Kamis, 8 Oktober 2026 16:11 WITA

75 KK Terdampak Kebakaran Tenggarong, Pemprov Kaltim dan Pemkab Kukar Siapkan Pemulihan

Kamis, 8 Oktober 2026 16:11 WITA

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji dan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri saat berdiskusi dengan para korban kebakaran.(Foto:Rian)
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji dan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri saat berdiskusi dengan para korban kebakaran.(Foto:Rian)

ZONAKALTIM.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) dan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) mulai menyiapkan langkah pemulihan bagi warga terdampak kebakaran di Jalan AM Alimuddin, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong. Sebanyak 75 kepala keluarga (KK) tercatat terdampak dalam musibah tersebut.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, bersama Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mendatangi lokasi pada Kamis (08/10/2026). Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk melihat kondisi warga secara langsung serta memastikan penanganan tidak berhenti setelah api berhasil dipadamkan.

Seno Aji mengapresiasi respons cepat pemerintah daerah dan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran. Menurutnya, koordinasi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, kelurahan dan masyarakat telah membantu proses penanganan di lapangan.

“Sekarang ini di pemukiman ada 75 KK yang terkena dampak pembakaran ini dan Alhamdulillah Pak Bupati dan seluruh tim bekerja dengan cepat, bekerja dengan baik. Pak Camat, Pak Lurah yang ada juga sudah berpartisipasi, dan Alhamdulillah api sudah padam,” ucap Seno Aji, Kamis (09/10/2026).

Setelah kondisi kebakaran berhasil dikendalikan, perhatian pemerintah kini diarahkan pada kebutuhan warga untuk memasuki masa pemulihan. Tahapan tersebut mencakup normalisasi kondisi lingkungan hingga perbaikan rumah yang mengalami kerusakan akibat kebakaran.

“Sekarang kita melangkah ke tahap-tahap berikutnya, yakni tahap normalisasi dan tahap perbaikan. Alhamdulillah, masyarakat juga sudah sangat mengerti. Mereka menyumbangkan dan menyisihkan hartanya untuk makanan dan lain sebagainya,” sebutnya.

Pemprov Kaltim juga akan mengkaji skema pembangunan atau perbaikan rumah bagi warga yang terdampak. Salah satu opsi yang akan dilihat adalah pemanfaatan program rumah layak huni sehingga kebutuhan tempat tinggal korban dapat segera ditangani.

“Kami dari Pemerintah Provinsi akan meninjau ulang bagaimana nanti pembangunannya melalui rumah layak huni, supaya perbaikan rumah para korban ini segera bisa kita atasi,” jelasnya.

Selain pemulihan, aspek pencegahan juga mulai menjadi perhatian. Pemerintah berencana memetakan sejumlah titik yang dapat digunakan untuk pembangunan sumur bor, terutama sebagai sumber air apabila terjadi kondisi darurat kebakaran di kawasan tersebut.

“Secara simbolis tadi yang diberikan berupa sembako, kemudian baju dan lain sebagainya. Kita juga akan melihat titik-titik lokasi untuk sumur bor supaya nanti juga tidak terjadi lagi musibah kebakaran yang meluas. Kita akan punya beberapa titik sumur bor,” ungkapnya.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan pemerintah daerah terus berupaya memenuhi kebutuhan warga selama masa pemulihan. Ia menyebut kejadian tersebut sebagai salah satu kebakaran besar yang terjadi di wilayah Kukar sehingga penanganannya membutuhkan dukungan berbagai pihak.

“Korbannya cukup banyak dan ini termasuk salah satu kebakaran terbesar di Kukar. Kami berupaya meringankan beban korban dan berharap proses recovery bisa dilakukan dengan cepat,” kata Aulia.

Dari hasil komunikasi dengan warga, kebutuhan perlengkapan memasak menjadi salah satu hal yang harus segera dipenuhi. Pemkab Kukar kemudian berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk menyalurkan bantuan tersebut kepada korban.

“Warga membutuhkan peralatan memasak. Pemerintah kemudian berkoordinasi dengan Baznas dan hari ini bantuan perlengkapan memasak sudah diturunkan,” sebutnya.

Dukungan kebutuhan dasar juga dilakukan melalui pengoperasian dapur umum. Fasilitas tersebut disiapkan BPBD bersama Damkar dengan dukungan relawan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga maupun petugas yang masih melakukan aktivitas di lokasi.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang sejak awal terlibat dalam penanganan. Menurutnya, keterlibatan Damkar, BPBD, relawan, kecamatan dan kelurahan menjadi bagian penting dalam menangani warga sejak kejadian hingga memasuki tahap pemulihan.

“Kami berterima kasih kepada Damkar, BPBD, relawan, kecamatan dan kelurahan yang sejak awal aktif membantu masyarakat,” tuturnya.

Pemkab Kukar juga akan mengevaluasi sistem penyediaan air di lingkungan permukiman. Ketersediaan hidran dan sumber air menjadi salah satu kebutuhan yang akan diperhatikan, terutama untuk kawasan dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi.

“Kita akan melihat kebutuhan setiap RT. Kalau bisa ditangani melalui dana RT, akan kita optimalkan untuk ketersediaan air dan penanganan kondisi darurat,” bebernya.

Menurutnya, proses pemulihan tidak cukup hanya dengan memperbaiki rumah dan memenuhi kebutuhan material. Kondisi sosial dan psikologis warga juga perlu mendapat perhatian agar seluruh keluarga terdampak dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.

“Recovery bukan hanya dari sisi fisik, tetapi juga psikis. Dari 75 kepala keluarga terdampak, semuanya harus terkelola dan terus dimonitor,” lanjutnya.

Untuk jangka pendek, pemerintah akan memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi dan aktivitas warga tidak terhenti. Hal tersebut mencakup kebutuhan sekolah bagi anak-anak, pekerjaan hingga kebutuhan makanan sehari-hari.

“Jangka pendeknya memastikan aktivitas warga tidak terganggu, termasuk perlengkapan sekolah, kebutuhan pekerjaan dan permakanan,” terangnya.

Sementara dalam penanganan jangka menengah dan panjang, Pemkab Kukar akan mengevaluasi kondisi kawasan secara menyeluruh. Salah satu perhatian utama adalah akses jalan menuju permukiman yang dinilai menyulitkan kendaraan pemadam kebakaran saat berupaya mencapai titik api.

“Ke depan kita harus melakukan penataan. Kemarin akses jalan menyulitkan mobil pemadam masuk sehingga proses pemadaman tidak bisa optimal,” tandasnya.(Adv/diskominfokukar/Rian)