Senin, 14 April 2025 18:58 WITA

Taman Tanjong Hadirkan Konsep Baru Ruang Publik Kolaboratif

Senin, 14 April 2025 18:58 WITA

Taman Tanjong dikembangkan sebagai ruang publik lintas fungsi dengan kolaborasi aktif antar-OPD dan komunitas.

Zonakaltim.id, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong pendekatan lintas sektor dalam menghadirkan ruang publik yang aktif, inklusif, dan berkelanjutan.

Salah satu wujud konkret dari semangat ini adalah revitalisasi dan pengembangan Taman Tanjong di Kecamatan Tenggarong sebagai ruang publik kreatif berbasis kolaborasi antar-OPD.

Berbeda dari taman kota biasa, Taman Tanjong dirancang bukan hanya sebagai ruang hijau, tetapi sebagai ekosistem terpadu untuk seni, ekonomi kreatif, dan rekreasi keluarga. Dalam perencanaannya, Dinas Pariwisata menggandeng DLHK, Dishub, Diskop-UKM, Satpol PP, hingga komunitas seni dan pelaku UMKM lokal.

“Kami ingin memastikan bahwa ruang publik tidak hanya dibangun, tapi juga dirawat dan diisi bersama. Taman Tanjong adalah contoh bagaimana pemerintah lintas sektor bisa bersinergi menciptakan tempat yang hidup dan punya manfaat luas,” kata Plt Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto, Senin (14/4/2025).

Taman yang dulunya merupakan lahan eks perumahan kini telah ditata dengan fasilitas ramah pengunjung: panggung pertunjukan, area parkir yang tertib, serta rencana penempatan stan UMKM yang dikurasi langsung oleh Diskop-UKM Kukar.

Dishub memastikan aksesibilitas dan manajemen parkir di sekitar taman, sementara DLHK berperan menjaga vegetasi dan kenyamanan ekologi taman. Satpol PP ditugaskan mendampingi penegakan tata tertib, memastikan taman tetap aman dan nyaman sebagai ruang publik keluarga.

“Ruang publik seperti ini tidak bisa dikelola satu instansi saja. Butuh kerja sama yang sistematis, dari pemeliharaan, aktivitas, sampai promosi,” ujar Arianto.

Taman Tanjong juga disiapkan untuk saling terhubung secara konsep dengan titik-titik kreatif lain seperti Simpang Odah Etam (SOE) dan Taman Titik Nol. Tujuannya adalah menciptakan kawasan aktivitas publik yang saling mendukung dan membentuk koridor budaya di pusat kota Tenggarong.

Ke depan, Pemkab Kukar juga mempertimbangkan melibatkan pihak swasta dan komunitas lokal untuk memanfaatkan Taman Tanjong sebagai lokasi kegiatan reguler—baik seni, edukasi, maupun bazar ekonomi rakyat.

“Taman ini bukan sekadar ruang santai, tapi ruang kolaborasi. Di sinilah sektor publik dan komunitas bisa bertemu untuk membangun kebudayaan baru yang partisipatif,” pungkas Arianto.

Dengan konsep ini, Taman Tanjong diharapkan menjadi percontohan bagaimana ruang publik dikelola sebagai aset sosial yang hidup, dengan melibatkan lebih banyak pihak dan menjawab kebutuhan warga yang terus berkembang.