Jumat, 7 November 2025 19:20 WITA

Hadapi Kekurangan Dokter, Kutim Rancang Insentif dan Perkuat Kolaborasi Nasional

Jumat, 7 November 2025 19:20 WITA

ZONAKALTIM.ID, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menghadapi tantangan serius dalam penyediaan tenaga medis di wilayah terpencil. Dua puskesmas di daerah tersebut, Batu Ampar dan Rantau Pulung, hingga kini masih belum memiliki tenaga dokter umum maupun dokter gigi yang menetap.

Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno, mengatakan, meskipun fasilitas kesehatan di kedua puskesmas sudah lengkap, sulit mencari dokter yang bersedia tinggal lama di pedalaman. “Dua puskesmas itu sudah punya alat kesehatan memadai, tapi belum ada dokter yang bersedia menetap,” ungkapnya.

Sebagai solusi sementara, Pemkab Kutim bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI melalui program Nusantara Sehat, yang mengirim tenaga medis lintas profesi untuk bertugas secara bergilir. “Program ini sangat membantu. Tanpa dukungan dari Nusantara Sehat, layanan kesehatan di beberapa puskesmas akan terhenti,” jelas Sumarno.

Namun, untuk jangka panjang, Pemkab Kutim tengah menyiapkan strategi insentif daerah untuk menarik minat dokter agar mau bekerja dan menetap di wilayah pedalaman. Insentif tersebut meliputi tambahan honor, fasilitas tempat tinggal, serta dukungan logistik.

“Kami ingin ada keberlanjutan layanan, bukan hanya penugasan jangka pendek. Dokter harus mau membangun sistem pelayanan di tempat mereka bekerja,” tegas Sumarno.

Pemerintah juga mendorong sinergi dengan sektor pendidikan kesehatan agar lulusan kedokteran daerah dapat disiapkan untuk penempatan lokal. Langkah ini dinilai sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat kemandirian tenaga medis Kutim.

“Pemerataan layanan kesehatan menjadi prioritas. Tidak boleh ada warga yang tertinggal dari akses pelayanan dasar,” ujarnya.

Dengan kombinasi insentif lokal dan kolaborasi nasional, Kutim berupaya menciptakan sistem kesehatan daerah yang tangguh, berkelanjutan, dan merata hingga pelosok. (adv/diskominfokutim/prb)