Jumat, 7 November 2025 19:37 WITA

Kolaborasi Warga dan Petugas di Kutim Jadi Kunci Bebas Kasus Rabies pada Manusia

Jumat, 7 November 2025 19:37 WITA

ZONAKALTIM.ID, SANGATTA – Upaya pencegahan rabies di Kutai Timur (Kutim) menjadi contoh keberhasilan kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah. Selama beberapa tahun terakhir, tidak ditemukan kasus rabies pada manusia di wilayah tersebut, sebuah prestasi yang dicapai berkat kedisiplinan masyarakat melapor dan respons cepat petugas lapangan.

Kepala DTPHP Kutim, Dyah Ratnaningrum, mengatakan, masyarakat kini semakin sadar pentingnya pelaporan awal. Banyak warga menyimpan nomor kontak dokter hewan kecamatan untuk digunakan sewaktu-waktu. “Begitu ada hewan menggigit manusia, masyarakat langsung melapor. Itu memudahkan kami bergerak cepat,” ujarnya.

Setelah laporan diterima, dokter hewan lapangan melakukan observasi 14 hari terhadap hewan yang menggigit. Hewan tidak langsung dimusnahkan, tetapi diamati untuk melihat perkembangan gejala yang mengarah pada rabies. Jika hewan mati selama observasi, sampel dikirim untuk pemeriksaan PCR. “Kalau mati dalam masa observasi, kami kirim ke Samarinda. Hanya pemeriksaan PCR yang bisa memastikan positif atau tidak,” jelasnya.

Jika hasil PCR positif, DTPHP akan langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan agar korban gigitan segera diberi VAR dan SAR. Dyah menegaskan pentingnya kecepatan penanganan. “Jika virus sudah masuk ke sistem saraf pusat, pasien hampir tidak bisa diselamatkan. Karena itu kecepatan penanganan sangat penting,” katanya.

Dyah menyebut keberhasilan ini merupakan kerja bersama, bukan hanya kinerja petugas. Edukasi berkelanjutan kepada masyarakat membuat warga sadar bahwa gigitan hewan tidak boleh dianggap remeh. “Kuncinya edukasi dan pelaporan cepat. Masyarakat sekarang sadar bahwa gigitan hewan tidak boleh diremehkan,” ujarnya.

Ke depan, pemerintah memperkuat sinergi melalui vaksinasi hewan pembawa rabies dan edukasi di desa-desa. “Rabies bukan penyakit main-main. Tapi dengan sistem yang kuat, kita bisa mencegahnya,” tutup Dyah. (adv/diskominfokutim/prb)