Sabtu, 8 November 2025 19:45 WITA

Pelajar Kutim Belajar Mengenal Tradisi Dayak Lewat Festival Adat Dayak Besar

Sabtu, 8 November 2025 19:45 WITA

ZONAKALTIM.ID, KUTAI TIMUR – Festival Adat Dayak Besar di Kutai Timur menjadi ruang pembelajaran budaya yang kaya bagi ribuan pelajar yang hadir dari berbagai kecamatan. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menjadikan festival ini sebagai media edukasi langsung agar generasi muda lebih memahami tradisi, simbol, dan nilai adat Dayak yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Kutim.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliyansyah, mengatakan bahwa festival ini sengaja dirancang sebagai ruang interaksi budaya antara pelajar dan masyarakat adat. “Ketika anak-anak melihat tradisi secara langsung, mereka bisa memahami bahwa budaya itu hidup, bukan hanya cerita di buku,” ujarnya.

Pelajar mengikuti berbagai kegiatan seperti menyaksikan upacara penyambutan tamu adat, mempelajari makna ukiran kayu Dayak, mencoba anyaman rotan, hingga berdialog dengan tetua adat mengenai sejarah kampung-kampung tua di pedalaman. Banyak pelajar yang baru pertama kali melihat ritual adat dan pertunjukan tari hudoq secara langsung.

Atraksi menyumpit tradisional menjadi salah satu edukasi paling menarik. Dengan bimbingan pengrajin dan atlet sumpit lokal, pelajar diperkenalkan dengan teknik dasar sumpit kayu ulin. “Menyumpit bukan sekadar olahraga, tetapi sebuah tradisi yang mengandung nilai ketepatan, kesabaran, dan kehormatan,” jelas Padliyansyah.

Selain atraksi, festival menghadirkan pameran foto sejarah pemukiman Dayak di Sangkulirang dan Karangan, serta workshop simbol-simbol adat dalam pakaian tradisional. Guru-guru pendamping menilai kegiatan ini memperkaya wawasan budaya siswa, yang selama ini lebih banyak mengenal sejarah nasional ketimbang sejarah daerah.

Bagi pemerintah, keberadaan festival ini merupakan strategi untuk mencegah hilangnya warisan budaya. Dengan menghadirkan pelajar sebagai peserta aktif, pemerintah berharap generasi muda Kutim tumbuh dengan kesadaran budaya yang kuat dan mampu menjaga keberagaman daerahnya. Festival ini pun dinilai menjadi jembatan antara pendidikan formal dan pengetahuan adat yang diwariskan secara turun-temurun. (adv/diskominfokutim/prb)