ZONAKALTIM.ID, SANGATTA – Pemotongan anggaran pasar murah dari Rp9-10 miliar menjadi hanya Rp5 miliar berdampak langsung pada kemampuan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyalurkan paket komoditas bersubsidi kepada warga kurang mampu. Jumlah paket yang sebelumnya dapat dibagikan ribuan kini berpotensi turun hampir separuh.
Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadhani, mengatakan, pemangkasan ini berat karena pasar murah selalu menjadi penyangga daya beli masyarakat berpendapatan rendah. “Paket senilai Rp300 ribu hanya ditebus Rp100 ribu. Itu sangat membantu warga,” ujarnya.
Menurunya, pasar murah bukan hanya kegiatan sosial, tetapi juga intervensi harga yang efektif dalam menjaga inflasi dan mencegah lonjakan harga di daerah dengan akses sulit.
Dengan alokasi terbatas, pemerintah harus mengalihkan distribusi ke kecamatan prioritas dan mengurangi paket di kecamatan lain yang sebelumnya menjadi langganan pasar murah. “Beberapa kecamatan mungkin tidak mendapatkan pasar murah sama sekali,” kata Nora.
Situasi ini membuat pemerintah harus berinovasi melalui sinergi dengan Bulog dan pedagang besar agar stabilitas harga tetap terjaga meski distribusi paket subsidi berkurang.
Ia berharap masyarakat memahami kondisi fiskal daerah, sekaligus berharap agar anggaran dapat diperkuat kembali pada tahun berikutnya. (adv/diskominfokutim/prb)
