ZONAKALTIM.ID, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan, angka stok pangan yang secara administratif tercatat aman hingga enam bulan tidak boleh membuat pelaku usaha lengah. Lonjakan konsumsi pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dapat memangkas persediaan hingga terlihat seolah hanya cukup untuk tiga bulan.
Pejabat Fungsional Pengawas Perdagangan Ahli Muda Disperindag Kutim, Achmad Dony Erviady, menyatakan, pola konsumsi masyarakat Kutim berubah drastis saat hari besar. “Yang kita anggap aman enam bulan bisa terpakai lebih cepat,” ujarnya.
Lonjakan permintaan paling dominan terjadi pada komoditas beras, minyak goreng, gula, ayam, dan telur. Tradisi perayaan menyebabkan permintaan bertambah hingga dua kali lipat, terutama mendekati perayaan Natal, Tahun Baru, dan Ramadan.
Untuk itu, Disperindag meminta distributor menyiapkan buffer stock tambahan dan menyusun jadwal pengiriman lebih rapat menjelang HBKN. Pemerintah ingin memastikan tidak ada jeda pasokan yang membuat stok terlihat menurun drastis.
Pengawasan ketat dilakukan pada aktivitas pedagang untuk menghindari spekulasi harga. Dony menegaskan, penurunan stok karena tingginya permintaan merupakan kondisi wajar, namun penahanan barang untuk menaikkan harga tidak dapat ditoleransi. “Ini yang kami awasi ketat,” katanya.
Selain itu, komunikasi dengan agen besar dari Surabaya, Makassar, dan Samarinda dipercepat agar suplai tambahan bisa segera dikirim ketika stok mulai menipis. Pemerintah provinsi juga dilibatkan untuk memastikan Kutim mendapat prioritas pasokan bila jalur distribusi laut terganggu cuaca.
Upaya ini diharapkan menjaga kestabilan harga dan ketersediaan pangan meski pola konsumsi meningkat drastis. (adv/diskominfokutim/prb)
