ZONAKALTIM.ID, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur segera mengatur arus masuk cabai dari luar daerah menyusul terjadinya penurunan harga yang cukup signifikan. Pasokan melimpah dari Sulawesi dan Jawa memicu deflasi yang merugikan pedagang cabai di Kutim.
Pejabat Fungsional Pengawas Perdagangan Ahli Muda Disperindag Kutim, Achmad Dony Erviady, mengatakan, sebagian pedagang kini terpaksa menjual di bawah harga modal. “Harga lombok luar daerah turun cukup signifikan,” ujarnya.
Menurut Dony, deflasi berkepanjangan bisa berdampak buruk bagi stabilitas pasar. Jika pedagang mengurangi pasokan atau berhenti berjualan, Kutim berpotensi mengalami kelangkaan ketika musim panen luar daerah menurun.
“Pedagang itu rantai penting dalam ketersediaan pangan. Kalau mereka tutup, suplai bisa terganggu,” tegasnya.
Cabai lokal tidak terpengaruh karena produksinya relatif kecil dan stabil. Namun kapasitas produksi lokal belum cukup untuk mengimbangi kebutuhan pasar.
Disperindag Kutim telah melaporkan kondisi ini ke Pemerintah Provinsi Kaltim untuk dievaluasi. Pemerintah daerah berharap adanya kebijakan pengurangan pasokan luar daerah sementara waktu agar harga tidak jatuh lebih dalam. “Jika perlu, distribusi cabai dari luar bisa dikurangi sementara,” ujar Dony.
Dony juga mengingatkan pedagang untuk tetap menjual sesuai kondisi pasar tanpa langkah spekulatif. Pemerintah menjamin bahwa pemantauan dilakukan setiap hari. (adv/diskominfokutim/prb)
