ZONAKALTIM.ID, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menilai bahwa salah satu faktor paling krusial dalam penentuan harga barang di wilayah tersebut adalah kondisi infrastruktur jalan. Jalan yang rusak membuat biaya logistik meningkat, terutama pada rute antarkecamatan yang berjarak jauh dari pusat distribusi di Sangatta.
Pejabat Fungsional Pengawas Perdagangan Ahli Muda Disperindag Kutim, Achmad Dony Erviady, menjelaskan, jarak dan kondisi jalan sangat berpengaruh terhadap struktur harga. “Kalau jalan rusak, perjalanan makin lama dan bahan bakar makin banyak. Semua itu masuk dalam harga jual,” ujarnya.
Sebagai daerah konsumen, Kutim mengandalkan pasokan dari Surabaya, Makassar, dan Samarinda. Distribusi yang sudah panjang dari luar daerah diperburuk dengan kondisi jalan di dalam wilayah Kutim yang belum sepenuhnya memadai.
“Distribusi kita berlapis. Dari laut, pelabuhan luar daerah, truk ke Kutim, lalu distribusi antarkecamatan. Semua itu menambah biaya,” jelas Dony.
Kondisi ini membuat harga bahan pokok sulit turun, meskipun pemerintah melakukan intervensi seperti operasi pasar atau negosiasi dengan distributor.
Dony menilai bahwa perbaikan infrastruktur jalan dan percepatan operasional Pelabuhan Kenyamukan menjadi dua hal yang sangat penting untuk menekan biaya distribusi secara jangka panjang.
“Tanpa logistik yang efisien, harga tidak akan turun signifikan,” tegasnya. (adv/diskominfokutim/prb)
