ZONAKALTIM.ID, SANGATTA – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi salah satu daerah di Kalimantan Timur yang paling progresif dalam gerakan Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air sembarangan. Dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2025, Kecamatan Kaliorang resmi bergabung sebagai wilayah ODF, menandai langkah penting menuju target 100 persen sanitasi layak pada 2027.
Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno, menegaskan, keberhasilan ini tidak hanya soal pembangunan infrastruktur, tetapi hasil nyata dari perubahan perilaku masyarakat. “Kita tidak hanya membangun jamban, tapi juga mengubah cara pandang masyarakat agar kebersihan menjadi kebutuhan,” ujarnya.
Pelaksanaan program dilakukan secara kolaboratif antara Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum, camat, kepala desa, serta kader posyandu, dengan pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Pendekatan ini menempatkan warga sebagai aktor utama dalam menciptakan lingkungan sehat.
“Prinsipnya bukan memberi bantuan langsung, tapi mendorong kesadaran dan gotong royong warga,” jelas Sumarno.
Dinas Kesehatan juga memperkuat pengawasan melalui petugas kesehatan lingkungan di setiap puskesmas agar memantau sanitasi dan kebersihan lingkungan warga. Program ini berdampak signifikan terhadap penurunan angka diare dan stunting, yang sebelumnya menjadi masalah kesehatan utama di beberapa desa.
“Sanitasi yang baik itu fondasi dari masyarakat sehat. Kalau lingkungannya bersih, maka penyakit bisa dicegah sebelum terjadi,” tegasnya.
Pemerintah menargetkan seluruh kecamatan di Kutim bebas ODF pada tahun 2026, dan menjadikan program ini sebagai bagian dari visi Kalimantan Timur Sehat 2030.
Gerakan ODF Kutim kini menjadi contoh praktik pembangunan berkelanjutan berbasis masyarakat, di mana kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari gaya hidup warga, bukan sekadar program pemerintah. (adv/diskominfokutim/prb)




