ZONAKALTIM.ID, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur tengah menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) Keolahragaan yang akan memperkuat sistem pembinaan atlet dari tingkat pendidikan dasar. Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, menjelaskan, rencana pembentukan kelas khusus olahraga adalah bagian dari reformasi besar yang diharapkan mengubah arah pengembangan olahraga di Kutim.
“Ini bukan wacana lagi. Ada kelas khusus olahraga yang sedang kita coba persiapkan. Nanti kita diskusikan bersama Dinas Pendidikan,” ujar Basuki.
Menurutnya, selama ini pembinaan atlet terlalu bergantung pada klub atau komunitas, sehingga tidak merata dan sulit dimaksimalkan.
Melalui Perda ini, program pembinaan akan memiliki kerangka hukum yang jelas. Regulasi tersebut mencakup pembinaan usia dini, fasilitas olahraga, pemberdayaan mantan atlet, hingga dukungan infrastruktur kecamatan. “Tujuannya, agar masyarakat di semua kecamatan sehat, dan atlet kita terbina dari sistem yang baik,” kata Basuki.
Basuki menilai Kutai Timur harus berpikir jauh ke depan. “Kita berpikir 5-10 tahun ke depan,” ujarnya. Menurutnya, pembinaan atlet harus dilakukan secara terkontrol sejak dini agar Kutim dapat menjadi barometer olahraga di Kalimantan Timur.
Ia juga menegaskan bahwa Perda nantinya akan membuka payung hukum bagi mantan atlet. “Mantan atlet itu dulu berjasa buat daerah. Kita pikirkan pelatihan dan pembinaan agar mereka bisa berdaya,” ujarnya.
Menurut Basuki, pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya menjadi pekerjaan pemerintah. “Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi pelaku usaha dan masyarakat juga harus terlibat,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa dukungan politik dari Bupati dan Wakil Bupati sangat kuat. “Ini sejalan dengan 50 program unggulan mereka,” kata Basuki.
Dengan Perda yang sedang dirancang, Kutim mempersiapkan era baru pembinaan olahraga yang profesional dan berbasis pendidikan. (adv/diskominfokutim/prb)
