Sabtu, 15 November 2025 20:54 WITA

Dispora Kutim Pastikan Biliar Aman dan Terarah: “Tugas Kami Menjamin Lingkungannya Sehat, Bukan Seperti Stereotip Dulu”

Sabtu, 15 November 2025 20:54 WITA

ZONAKALTIM.ID, SANGATTA – Kepala Dispora Kutai Timur, Basuki Isnawan, menegaskan, pemerintah daerah memiliki komitmen kuat menciptakan lingkungan olahraga biliar yang sehat, aman, dan jauh dari stigma negatif yang selama ini melekat. Ia menilai bahwa munculnya fasilitas modern di Kutim membuktikan bahwa biliar telah bertransformasi menjadi olahraga berprestasi yang pembinaannya semakin profesional.

“Ini bagian dari olahraga. Sepanjang niatnya baik, maka hasilnya juga positif,” ujar Basuki. Menurutnya, persepsi negatif mengenai biliar umumnya berasal dari gambaran masa lalu ketika olahraga ini identik dengan aktivitas yang tidak mendukung pembinaan atlet.

Namun kini, lanjutnya, kondisi telah jauh berbeda. Tempat-tempat latihan biliar di Kutim sudah dikelola lebih profesional dan berfokus pada pelatihan atlet. “Kita datang ke sini untuk berolahraga, tidak ada embel-embel di belakangnya,” tegasnya.

Basuki juga menilai bahwa masyarakat perlu memahami bahwa biliar menuntut disiplin tinggi, teknik, serta konsentrasi, nilai yang sama dengan olahraga lain. Ia membandingkan pergeseran persepsi ini dengan e-sport. “Mobile Legends dulu dianggap hanya hiburan. Tapi sekarang olahraga prestasi. Sama halnya dengan biliar,” jelasnya.

Ia menegaskan Dispora Kutim menjalankan tugas agar memastikan lingkungan olahraga aman dan positif bagi atlet muda. “Lingkungan yang sehat itu penting. Anak-anak kita harus punya tempat latihan yang aman, bukan seperti stigma zaman dulu,” katanya.

Basuki menegaskan, pemerintah siap mendukung penyelenggaraan turnamen yang terukur, pelatihan rutin, hingga pengembangan atlet usia dini. “Kalau kita kelola dengan benar, biliar menjadi potensi prestasi yang besar,” ujarnya.

Kadispora berharap masyarakat tidak hanya melihat olahraga biliar dari perspektif lama, tetapi dari perkembangan terbaru yang semakin profesional. “Sudah saatnya kita menilai biliar sebagaimana adanya: olahraga,” pungkasnya. (adv/diskominfokutim/prb)