ZONAKALTIM.ID, SANGATTA – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini menorehkan prestasi sebagai salah satu daerah dengan reformasi pendidikan paling progresif di Kalimantan Timur. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), pemerintah daerah mengintegrasikan tiga aspek penting dalam kebijakan pendidikan: pembangunan infrastruktur, akurasi data, dan penguatan kebudayaan.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, mengatakan paradigma lama yang hanya menekankan pembangunan fisik kini telah berubah. “Pendidikan tidak bisa berdiri sendiri. Ia harus terhubung dengan data yang akurat dan kebudayaan yang hidup,” ujarnya.
Dalam bidang infrastruktur, Pemkab Kutim memperkuat akses pendidikan di pelosok dengan perbaikan sekolah, pembangunan sarana belajar, serta pembentukan sekolah filial. Di sisi tata kelola, Kutim menjadi pionir daerah yang melakukan verifikasi data pendidikan secara mandiri, memastikan seluruh data siswa, guru, dan sarana benar-benar sesuai fakta lapangan.
Sementara dalam aspek kebudayaan, Disdikbud Kutim menonjol dengan berbagai kegiatan yang menghidupkan identitas lokal, seperti festival seni, pelatihan guru berbasis budaya, dan pameran literasi pelajar.
Mulyono menyebut, strategi tiga pilar ini merupakan wujud nyata dari sistem pendidikan yang tidak hanya mencetak lulusan akademis, tetapi juga membangun karakter dan peradaban. “Kalau tiga unsur ini berjalan bersama, maka pendidikan kita bukan hanya mencetak lulusan, tapi juga peradaban,” tegasnya.
Kebijakan ini membuat Kutim diakui sebagai daerah yang mengedepankan prinsip good governance dalam pembangunan pendidikan. Dengan keseimbangan antara fasilitas, tata kelola, dan nilai budaya, Kutim kini menjadi contoh bagaimana pendidikan dapat menjadi fondasi bagi pembangunan manusia yang unggul, berdaya saing, dan beridentitas kuat. (adv/diskominfokutim/prb)
