Kamis, 20 November 2025 21:32 WITA

Pemerintah Tak Intervensi, Perajin Batik Kutim Didorong Kembangkan Produk Sesuai Iklim Lokal

Kamis, 20 November 2025 21:32 WITA

ZONAKALTIM.ID, SANGATTA – Dalam upaya meningkatkan mutu dan daya saing batik khas Kutai Timur (Kutim), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim mengambil pendekatan yang seimbang antara pembinaan dan penghormatan terhadap kemandirian usaha.

Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadani, menegaskan, hubungan bisnis antara perajin dan pemasok bahan baku sepenuhnya bersifat business to business. Pemerintah tidak ikut campur dalam urusan pembelian atau pemilihan material. “Kalau bahan baku biasanya karena mereka sifatnya Be to Be, ya mereka kalau misalkan pembatik bahan bakunya lebih kepada mereka sendiri,” jelasnya.

Meski begitu, Disperindag tetap berperan aktif memberikan bimbingan dan rekomendasi praktis, terutama terkait pemilihan kain yang sesuai dengan kondisi iklim tropis di Kutai Timur. “Kita selalu sarankan bahan baku yang nyaman untuk dipakai karena Kutai Timur beriklim tropis, jadi jangan yang bahannya panas,” kata Nora.

Ia menegaskan, rekomendasi tersebut tidak bersifat memaksa. “Lebih kepada saran saja, pemilihannya tetap di mereka, karena sistemnya mereka swasta murni,” tambahnya.

Pendekatan ini menunjukkan, pemerintah daerah ingin mendukung pemberdayaan industri kreatif tanpa mengurangi otonomi para pelaku usaha. Disperindag lebih berperan sebagai mitra strategis yang memberikan panduan agar perajin dapat menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar dan kenyamanan konsumen.

Dengan keseimbangan antara pembinaan dan penghormatan terhadap mekanisme bisnis, diharapkan batik Kutai Timur mampu berkembang menjadi produk unggulan daerah yang tidak hanya menonjol secara estetika, tetapi juga fungsional sesuai karakter masyarakat tropis. (adv/diskominfokutim/prb)