ZONAKALTIM.ID, SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menegaskan pentingnya etos kerja dan tanggung jawab bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) serta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Ia mengingatkan bahwa bekerja di pemerintahan bukan sekadar hadir dan mengisi absensi, tetapi juga menunjukkan hasil kerja nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Tadi ada pesan, jangan sekedar absen, pagi pulang. Ya, itu penting itu. Semua,” ucap Bupati dalam arahannya.
Ardiansyah menyampaikan keprihatinannya terhadap perilaku sebagian pegawai yang mengabaikan profesionalisme. Ia bahkan menyoroti kebiasaan sejumlah pegawai yang terlalu lama berada di kantin selama jam kerja. “Saya juga sering menyaksikan ini, nongkrong di ruangan sejam, nongkrong di kantinnya bisa lima jam,” ujarnya.
Menurutnya, jika pegawai memang menjalankan pekerjaan di luar ruang, maka harus ada bukti konkret. “Kalau di kantin itu memang sedang bekerja, tetapi harus ada bukti pekerjaan di kantin. Tapi juga jangan memanipulasi,” tegasnya.
Lebih jauh, Ardiansyah menjelaskan, ketidakdisiplinan akan berdampak pada penilaian kinerja, termasuk potensi penurunan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP). “Saya sudah mendengar nih ada yang tidak kepingin diberi sanksi. Memang sesuai dengan regulasi, turunkan TPP-nya,” kata Bupati.
Ia juga mengingatkan, sikap abai terhadap tugas bisa menimbulkan kericuhan di lingkungan kerja. “Jangan sampai ini menjadi persoalan sehingga membuat kericuhan,” pesannya.
Peringatan keras ini menjadi refleksi serius bagi seluruh aparatur di Kutim untuk memperbaiki disiplin dan menumbuhkan budaya kerja yang produktif. Pemerintah daerah berharap ASN dan P3K menjadi teladan dalam efisiensi waktu, tanggung jawab, serta dedikasi melayani masyarakat dengan sepenuh hati. (adv/diskominfokutim/prb)




