Zonakaltim.id, Samarinda – Upaya menghadirkan kesejahteraan yang inklusif terus dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Program Bantuan Sosial Terencana (BST) 2025. Program ini menjadi instrumen penting dalam memperkuat perlindungan sosial sekaligus memastikan bantuan menjangkau masyarakat hingga wilayah terluar.
Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan bahwa penyaluran BST tahun ini telah berjalan sesuai target. Sebanyak 7.300 warga di 10 kabupaten dan kota menerima manfaat melalui 112 Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS). “Tahun 2025 semua terealisasi. Ini wujud perhatian Pemprov Kaltim agar kesejahteraan dapat dirasakan masyarakat hingga ke pelosok,” katanya.
BST memberikan dukungan kebutuhan dasar bagi anak terlantar, lanjut usia, penyandang disabilitas, tuna sosial, hingga korban bencana. Bantuan meliputi makanan, sandang, dan alat bantu, yang merupakan bagian dari pelayanan dasar sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Sosial.
Kota Samarinda menjadi daerah dengan jumlah penerima terbanyak, yakni 2.043 orang melalui 29 LKS. Sementara itu, kabupaten seperti Kutai Kartanegara dan Paser juga mencatat angka signifikan. Wilayah lain seperti Kutai Barat, Berau, Balikpapan, Bontang, Kutai Timur, Penajam Paser Utara, hingga Mahakam Ulu turut merasakan manfaat program ini.
Pelaksanaan BST melibatkan enam UPTD panti sosial milik Pemprov Kaltim yang bersinergi dengan 112 LKS di daerah. Pola kerja sama ini memperkuat koordinasi dan memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran.
Langkah ini juga menunjukkan bahwa kebijakan sosial Pemprov Kaltim tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan manusia. Dukungan sosial yang konsisten diyakini mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mengurangi kesenjangan sosial di daerah.
Melalui BST 2025, pemerintah ingin memastikan bahwa kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. “Pemerataan ini bukan hanya angka, tapi bentuk nyata kehadiran pemerintah untuk masyarakat Kaltim,” pungkasnya




