Zonakaltim.id,Kaltim – Purbaya Yudhi Sadewa menjadi sorotan setelah tidak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan. Ia digantikan dalam reshuffle Kabinet Merah Putih pada September 2026.
Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan pada 14 September 2026. Pelantikan ini sekaligus mengakhiri masa jabatan Purbaya yang baru menjabat sejak September 2025.
Siapa sebenarnya Purbaya Yudhi Sadewa dan apa rekam jejaknya, termasuk perannya dalam anggaran IKN di Kalimantan Timur?
Latar Belakang Pendidikan Purbaya Yudhi Sadewa
Purbaya Yudhi Sadewa adalah ekonom dengan latar belakang pendidikan teknik dan ekonomi.
Ia meraih gelar sarjana Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung [ITB]. Setelah itu, ia melanjutkan studi di Purdue University, Indiana, Amerika Serikat. Di sana ia meraih gelar Master of Science dan Doktor di bidang ekonomi.
Karier Profesional Sebelum Masuk Pemerintahan
Sebelum masuk pemerintahan, Purbaya memiliki pengalaman panjang di sektor energi dan keuangan.
Ia mengawali karier sebagai Field Engineer di Schlumberger Overseas SA pada 1989 hingga 1994. Kemudian ia beralih ke riset ekonomi.
Purbaya menjadi Senior Economist di Danareksa Research Institute pada 2000-2005. Kariernya terus naik menjadi Chief Economist pada 2005-2013. Selain itu, ia pernah menjabat sebagai President Director PT Danareksa Securities pada 2006-2008 dan Anggota Direksi PT Danareksa pada 2013-2015.
Perjalanan Karier di Pemerintahan
Purbaya mulai menduduki posisi strategis di pemerintahan sejak 2010.
Berikut rangkuman kariernya:
2010-2014: Staf Khusus Bidang Ekonomi di Kemenko Perekonomian dan Anggota Komite Ekonomi Nasional.
2015: Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis di Kantor Staf Presiden.
2015-2016: Staf Khusus Bidang Ekonomi di Kemenko Polhukam.
2016-2018: Staf Khusus Bidang Ekonomi di Kemenko Kemaritiman.
2018-2020: Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi di Kemenko Kemaritiman.
Rangkaian jabatan ini membekali Purbaya dengan pengalaman di bidang ekonomi dan kebijakan fiskal.
Dari Ketua LPS Menjadi Menteri Keuangan
Sebelum menjadi Menkeu, Purbaya dikenal sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan [LPS] periode 2020-2025.
Ia kemudian ditunjuk Presiden Prabowo sebagai Menteri Keuangan pada 8 September 2025 menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Serah terima jabatan dilakukan pada 9 September 2025.
Selama menjabat, Purbaya mendorong disiplin fiskal dan optimalisasi kas negara. Pada Juli 2026, ia menyebut APBN sebagai investasi jangka panjang untuk membangun SDM unggul.
Peran Purbaya dalam Anggaran IKN di Kaltim
Sebagai Menkeu, Purbaya terlibat dalam pengelolaan anggaran Ibu Kota Nusantara [IKN] di Kalimantan Timur.
Pembangunan IKN Tahap II berjalan dengan tiga skema pembiayaan, yakni APBN, Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha [KPBU], dan investasi swasta.
Data Kanwil DJPb Kaltim mencatat belanja modal pemerintah pusat di Kaltim hingga September 2025 mencapai Rp9,14 triliun. Anggaran tersebut didominasi untuk penyelesaian proyek infrastruktur strategis di IKN.
Pada Juli 2026, Otorita IKN mengajukan tambahan anggaran Rp2,7 triliun. Saat itu, Purbaya menyatakan akan mengikuti arahan Presiden Prabowo terkait pengajuan tersebut.
Digantikan Suahasil Nazara
Masa tugas Purbaya berakhir pada 14 September 2026. Presiden Prabowo melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan melalui Keppres Nomor 97/P Tahun 2026.
Dengan pelantikan ini, Suahasil resmi menggantikan Purbaya untuk sisa masa jabatan 2024-2029.




