Jumat, 2 Oktober 2026 21:16 WITA

Dinkes Kukar Pertahankan Program Stunting, Distribusi Vitamin Jadi Salah Satu Intervensi

Jumat, 2 Oktober 2026 21:16 WITA

Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Ismi Mufiddah.(Foto: Rian)
Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Ismi Mufiddah.(Foto: Rian)

ZONAKALTIM.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara (Dinkes Kukar) terus mempertahankan program penanganan stunting sebagai salah satu prioritas kesehatan daerah. Program tersebut tetap dijalankan meski angka stunting di Kukar menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Ismi Mufiddah, mengatakan program kesehatan seperti penurunan stunting, angka kematian ibu, serta angka kematian bayi dan balita harus terus dipelihara agar capaian yang telah diperoleh tidak kembali mengalami peningkatan.

“Program prioritas kita saat ini memang masih perlu kita kejar dan perlu di-maintenance. Jadi misalnya angka kematian ibu, angka kematian bayi dan balita, kemudian penurunan stunting, masih menjadi prioritas,” kata Ismi, Sabtu (02/10/2026).

Menurutnya, penanganan stunting dilakukan melalui sejumlah intervensi, salah satunya Vitamin lokal kepada kelompok sasaran. Program tersebut telah berjalan di puskesmas-puskesmas di Kukar.

Untuk ibu hamil, intervensi diberikan berdasarkan kondisi status gizi. Sementara pada bayi dan balita, pemberian Vitamin disesuaikan dengan kondisi serta standar penanganan yang berlaku.

“Kalau stunting, jelas prosedurnya memang ada Vitamin lokal. Itu sudah berjalan di puskesmas-puskesmas.”

Vitamin tersebut menyasar antara lain ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis serta bayi dan balita yang mengalami stunting. Pemberian makanan tambahan juga tidak diberikan dengan pola yang sama kepada seluruh penerima karena disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Ibu hamil dengan ukuran lingkar lengan atas di bawah standar menjadi salah satu kelompok yang mendapatkan intervensi. Makanan yang diberikan berupa makanan lokal dengan kandungan gizi yang disusun berdasarkan kebutuhan penerima.

“Vitamin-nya berupa makanan lokal. Itu diatur oleh teman-teman tenaga gizi, dari makanan seimbang, mulai dari karbohidrat, protein, dan ada ukuran-ukurannya yang diharapkan.”

Selain Vitamin, Dinkes juga menjalankan pelatihan tenaga kesehatan dan kader posyandu. Kerja sama dengan sejumlah yayasan turut dilakukan untuk memperkuat kemampuan deteksi dan penanganan kasus stunting.

Ismi menegaskan program tersebut tetap dilakukan secara rutin karena penanganan stunting tidak dapat dihentikan hanya karena angka kasus telah mengalami penurunan. Pemeliharaan program diperlukan untuk mempertahankan capaian kesehatan masyarakat.(Adv/diskominfokukar/Rian)