Selasa, 13 Oktober 2026 22:52 WITA

Prabowo Perintahkan Penanganan Khusus Karhutla Tanjung Puting Tuntas

Selasa, 13 Oktober 2026 22:52 WITA

Prabowo rapat penanganan karhutla
Gambar: Presiden Prabowo rapat penanganan karhutla

Zonakaltim.id, Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar rapat untuk memberikan perhatian khusus terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kembali melanda sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Dalam rapat terbatas yang digelar di Istana Negara, Senin (13/10/2026), Prabowo secara tegas memerintahkan jajaran terkait untuk segera melakukan penanganan komprehensif.

Perintah tersebut disampaikan langsung oleh Presiden setelah menerima laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menyebutkan bahwa hingga saat ini masih terdapat 639 hektare lahan yang masih dalam kondisi terbakar di beberapa titik. Angka tersebut menunjukkan bahwa meskipun upaya pemadaman terus dilakukan, namun kondisi cuaca ekstrem dan angin kencang membuat api sulit untuk dikendalikan sepenuhnya.

Baca juga: Prabowo Panggil KKP ke Hambalang, Bahas 100 Kampung Nelayan

“Presiden memerintahkan agar ada perhatian khusus untuk Karhutla di Tanjung Puting. Beliau tidak ingin ada keterlambatan penanganan karena ini menyangkut habitat orangutan yang dilindungi,” ujar Menteri Lingkungan Hidup yang hadir dalam rapat tersebut.

Taman Nasional Tanjung Puting sendiri merupakan salah satu kawasan konservasi terpenting di Indonesia yang menjadi rumah bagi lebih dari 6.000 individu orangutan Kalimantan. Kebakaran yang terjadi di kawasan ini dikhawatirkan akan mengancam kelestarian satwa endemik tersebut dan merusak ekosistem hutan gambut yang sangat sulit untuk dipulihkan jika sudah terbakar.

Pemerintah melalui BNPB, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), TNI, Polri, serta Manggala Agni telah mengerahkan seluruh kekuatan untuk melakukan pemadaman baik melalui jalur darat maupun udara. Sebanyak 12 helikopter water bombing telah dikerahkan di Kalimantan Tengah, ditambah dengan 4 pesawat patroli untuk memantau titik-titik api baru.

Baca juga: Resmi B50 Jalan, Indonesia Stop Impor Solar Hemat Rp170 T

Namun demikian, tantangan terbesar yang dihadapi petugas di lapangan adalah kondisi lahan gambut yang terbakar di bawah permukaan. Api yang terlihat padam di permukaan, ternyata masih menyala di dalam lapisan gambut hingga kedalaman 2 meter, sehingga sewaktu-waktu bisa kembali muncul ke permukaan ketika tertiup angin.

Strategi penanganan yang diminta Presiden Prabowo meliputi tiga langkah utama. Pertama, pemadaman total di titik api yang masih aktif dengan mengutamakan keselamatan petugas. Kedua, pembuatan sekat bakar dan pembasahan lahan gambut di sekitar kawasan Taman Nasional untuk mencegah api merembet lebih luas. Ketiga, penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku pembakaran lahan yang disengaja.

Prabowo juga menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dan masyarakat setempat dalam upaya pencegahan. Menurutnya, Karhutla tidak bisa hanya ditangani saat sudah terjadi, tetapi harus dicegah sejak dini melalui edukasi, patroli rutin, dan pemberian insentif bagi masyarakat yang menjaga lahannya tetap aman dari api.

Baca juga: Prabowo Luncurkan Ekspor Perdana Baterai Listrik dan 11 Proyek Hilirisasi Rp180 Triliun di IWIP

“Semua kekuatan bekerja, tidak ada yang abai. Kita kerahkan semua sumber daya yang ada. Saya minta laporan harian langsung ke saya,” tegas Prabowo dalam arahannya.

Sementara itu, Kepala BNPB dalam keterangannya menyebutkan bahwa pihaknya telah menambah 300 personil tambahan dari Jawa untuk memperkuat tim yang sudah ada di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.

Dampak dari Karhutla ini tidak hanya dirasakan di wilayah Kalimantan saja, tetapi asapnya telah menyebar hingga ke wilayah Ambon, Maluku, yang menyebabkan belasan penerbangan harus dibatalkan karena jarak pandang yang sangat terbatas.

Pemerintah juga menyiapkan langkah antisipasi jika status bencana perlu ditingkatkan. Namun hingga saat ini, status bencana nasional belum diberlakukan untuk Karhutla karena pemerintah menilai masih bisa ditangani dengan kekuatan yang ada.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan jika melihat titik api baru kepada aparat terdekat. Pemerintah juga membuka posko pengaduan Karhutla 24 jam yang bisa diakses melalui call center 117.

Dengan instruksi langsung dari Presiden, diharapkan penanganan Karhutla di Tanjung Puting dan wilayah lainnya bisa segera tuntas dalam beberapa hari ke depan.

Tags: ,