ZONAKALTIM.ID, KUTAI KARTANEGARA – Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masih belum menunjukkan penurunan. Ketebalan asap yang naik turun membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kesehatan, terutama gangguan pernapasan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, Ismi Mufiddah mengatakan, kondisi asap saat ini masih cukup terasa. Pemerintah Kabupaten Kukar juga telah mengeluarkan surat edaran terkait kewaspadaan terhadap dampak kesehatan akibat karhutla.
“Kondisi asap saat ini belum menurun dan masih naik turun. Ketebalan asap juga masih cukup terasa,” kata Ismi.
Melihat kondisi tersebut, Dinkes Kukar mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki keperluan yang mendesak. Langkah tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengurangi paparan langsung terhadap asap.
“Sebenarnya Pak Bupati sudah mengeluarkan surat edaran tentang kewaspadaan terhadap dampak kesehatan akibat karhutla. Kami menyarankan kepada masyarakat, kalau tidak ada keperluan yang mendesak, mungkin tidak terlalu sering berada di luar rumah,” ujarnya.
Jika masyarakat harus beraktivitas di luar rumah, Ismi mengingatkan agar menggunakan masker. Penggunaan masker dinilai penting sebagai salah satu langkah perlindungan dari paparan asap yang dapat mengganggu saluran pernapasan.
“Kalaupun harus keluar rumah, sebaiknya menggunakan masker untuk mencegah dampak paparan asap,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi kualitas udara tersebut turut berdampak terhadap peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kukar. Berdasarkan catatan Dinkes, kasus ISPA mengalami peningkatan cukup signifikan sejak Agustus hingga September.
“Secara kasus, ISPA mengalami peningkatan yang cukup signifikan, terutama sejak Agustus sampai September. Pada Agustus tercatat sekitar 19.075 kasus, sedangkan pada September ini tercatat sekitar 10.000 kasus,” ungkapnya.
Dibandingkan dengan periode ketika kondisi asap tidak terjadi, peningkatan kasus ISPA disebut cukup tajam. Karena itu, masyarakat diminta tidak hanya mengandalkan penggunaan masker, tetapi juga menjaga kondisi tubuh selama kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah.
“Dibandingkan dengan bulan-bulan ketika tidak ada asap, kasus ISPA memang meningkat cukup tajam, sekitar 40 persen. Jadi, masyarakat sebaiknya menggunakan masker ketika keluar rumah,” tuturnya.
Selain mengurangi paparan asap, Dinkes Kukar mengingatkan masyarakat untuk menjaga asupan cairan selama kondisi cuaca panas dan kabut asap. Konsumsi cairan yang cukup diperlukan agar tubuh tidak mengalami dehidrasi.
“Yang jelas, masyarakat tetap harus menjaga asupan cairan. Kalau untuk suplemen, saya mungkin tidak bisa menyebut merek, tetapi banyak multivitamin yang tersedia di pasaran dan secara umum dapat digunakan untuk membantu menjaga daya tahan tubuh,” tambahnya.
Namun, Ismi menekankan bahwa menjaga kondisi tubuh tidak hanya dilakukan dengan mengonsumsi suplemen. Menurutnya, langkah pencegahan melalui pola makan sehat dan seimbang tetap menjadi bagian penting dalam menjaga daya tahan tubuh selama kondisi kabut asap.
“Sebenarnya bukan hanya itu yang penting. Yang utama adalah melakukan upaya pencegahan,” pungkasnya.(Adv/diskominfokukar/Rian)




