Zonakaltim.id, BANJARMASIN – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi menghentikan operasi penyelaman dalam pencarian korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang belum ditemukan hingga hari ke-21, Sabtu (3/10/2026) malam.
Keputusan ini disampaikan langsung oleh Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dalam konferensi pers operasi SAR hari ke-21 kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (4/10/2026) malam.
Syafii menegaskan, penghentian operasi penyelaman ini bukan berarti operasi SAR ditutup. Pencarian terhadap 55 korban yang masih hilang tetap dilanjutkan dengan strategi baru.
Alasan Basarnas Hentikan Penyelaman KM Virgo
Menurut Syafii, keputusan untuk menghentikan penyelaman diambil untuk menjaga kondisi jasad korban. Selain itu, struktur badan kapal yang terus berubah membuat operasi bawah air dinilai tidak lagi efektif jika dilanjutkan dalam kondisi saat ini.
“Pada beberapa hari pertama kondisi korban yang dievakuasi dari dalam kapal yang tenggelam masih memungkinkan untuk terapung, sehingga ketika berhasil dikeluarkan dari dalam kapal, korban dapat diterima di atas air laut dengan komunikasi yang dimiliki tim,” kata Syafii dalam konferensi pers tersebut.
Namun, Syafii menjelaskan kondisi tersebut sudah berubah total. Struktur kapal juga terus berubah sejak hari pertama operasi SAR. Jenazah bahkan terurai saat dikeluarkan dari kapal.
“Jika pada hari-hari sebelumnya korban dapat naik dengan sendirinya setelah dikeluarkan, kini korban dapat terurai ketika berhasil dikeluarkan dari dalam kapal. Karena itu, tidak efektif kalau operasi underwater ini kita teruskan dalam kondisi sekarang,” ujarnya.
Kondisi bangkai KM Virgo Transport 8 yang berada di kedalaman sekitar 27 meter di perairan Laut Jawa memang semakin berisiko. Posisi kapal yang miring, tidak stabil, serta tumpukan material yang menutupi akses membuat ruang gerak penyelam sangat terbatas.
Basarnas tidak ingin keselamatan penyelam menjadi korban berikutnya. Evaluasi menyeluruh dilakukan di Ruang Rapat Barito, Kantor PT Pelindo Sub Regional 3 Kalimantan, Banjarmasin Barat, dengan melibatkan unsur TNI, Polri, Basarnas, Kementerian Perhubungan, KSOP, Pelindo, dan Jasa Raharja.
Operasi SAR Tidak Ditutup, Fokus di Tiga Provinsi
Meski penyelaman dihentikan, Basarnas memastikan operasi SAR KM Virgo Transport 8 tetap berjalan.
“Operasi SAR tidak dihentikan, tidak ditutup. Kami masih meyakini mudah-mudahan di dalam kapal ini masih ada korban-korban yang nanti bisa kita evakuasi dan serahkan kepada keluarga dalam kondisi terhormat,” tegas Syafii.
Setelah memasuki hari ke-21, Basarnas melakukan penyesuaian strategi. Pencarian diperluas melalui tiga wilayah kerja, yakni Kantor SAR Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Palangka Raya (Kalimantan Tengah), dan Pontianak (Kalimantan Barat). Posko utama tetap berpusat di Banjarmasin.
Strategi baru ini tidak lagi fokus menyelam ke dalam bangkai kapal, melainkan penyisiran permukaan laut dan wilayah pesisir. Pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan arah arus, angin, gelombang, serta kemungkinan pola hanyutan korban.
Data Terkini Korban KM Virgo Transport 8
Berdasarkan data resmi Basarnas hingga Sabtu (3/10/2026) pukul 22.00 WITA, jumlah manifes KM Virgo Transport 8 tercatat sebanyak 243 orang.
Dari jumlah tersebut, tim gabungan telah menemukan 188 orang. Rinciannya adalah 108 orang berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat, sedangkan 80 orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Dengan demikian, masih terdapat 55 orang yang belum ditemukan dan masih dalam pencarian. Angka ini menjadi dasar utama bagi pemerintah dan tim SAR untuk tetap melanjutkan operasi meskipun metode pencarian telah diubah.
Menunggu Operasi Salvage Pengangkatan Kapal
Syafii berharap operasi salvage atau pengangkatan badan kapal oleh pemilik kapal bisa segera dilaksanakan. Menurutnya, pengangkatan kapal diperlukan untuk memastikan keberadaan korban yang diduga masih berada di dalam kapal.
Dengan begitu, proses evakuasi dapat dilakukan dalam kondisi yang lebih memungkinkan setelah kapal berhasil diangkat dari dasar laut. Sebelumnya, pihak perusahaan juga menyatakan proses pengangkatan menunggu keputusan dari pihak asuransi setelah seluruh data teknis dipenuhi.
Operasi salvage ini dinilai krusial karena beberapa ruangan di dalam kapal yang diduga masih menyimpan korban belum bisa dijangkau oleh penyelam akibat lumpur tebal dan struktur yang labil.
Pihak Basarnas terus berkoordinasi dengan pemilik kapal, KNKT, dan asuransi agar proses pengangkatan kapal tidak memakan waktu terlalu lama, mengingat kondisi jenazah yang terus memburuk di dalam air.
Kecelakaan KM Virgo Transport 8 sendiri menjadi perhatian nasional. Kapal yang melayani rute penyeberangan ini tenggelam dan memicu operasi SAR gabungan terbesar dalam beberapa bulan terakhir di wilayah Kalimantan.
Dukungan moril terus mengalir untuk keluarga korban, sementara Tim SAR gabungan berkomitmen untuk terus mencari 55 korban hilang hingga tuntas dengan tetap mengedepankan keselamatan personel dan kehormatan korban.




