Rabu, 30 September 2026 14:35 WITA

Dinkes Kukar Turunkan Dokter Spesialis Anak ke Daerah Lokus Stunting

Rabu, 30 September 2026 14:35 WITA

Foto : Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Ismi Mufiddah.(Foto:Rian)
Foto : Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Ismi Mufiddah.(Foto:Rian)

ZONAKALTIM.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara (Dinkes Kukar) menyiapkan layanan dokter spesialis anak untuk mendukung penanganan kasus stunting di wilayah yang memiliki angka kasus tinggi dan akses pelayanan kesehatan terbatas.

Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Ismi Mufiddah, mengatakan kehadiran dokter spesialis anak di lapangan menjadi salah satu inovasi untuk memberikan pelayanan langsung kepada balita yang mengalami persoalan pertumbuhan maupun membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

“Inovasi untuk kasus-kasus stunting yang tidak bisa bertemu dengan spesialis anak. Karena kalau stunting itu harus ditangani lebih lanjut oleh spesialis anak,” kata Ismi, saat berjumpa dengan awak media, Rabu (30/09/2026).

Menurutnya, penentuan wilayah prioritas tidak hanya berdasarkan tingginya angka stunting. Faktor akses terhadap pelayanan kesehatan juga menjadi pertimbangan, khususnya bagi daerah yang sulit menjangkau rumah sakit atau dokter spesialis.

Wilayah seperti Muara Wis, Tabang dan Kembang Janggut menjadi beberapa daerah yang disebut mendapat perhatian karena memiliki tantangan akses pelayanan kesehatan. Muara Badak juga masuk dalam wilayah yang mendapat kunjungan.

“Muara Wis itu selalu dikunjungi. Kemudian mungkin Muara Badak juga. Daerah Tabang, Kembang Janggut, dan daerah-daerah di hulu yang memang sulit mengakses pelayanan kesehatan,” ungkapnya.

Dinkes menggunakan sistem dashboard untuk memantau perkembangan data kesehatan di masing-masing wilayah. Melalui sistem tersebut, puskesmas dengan angka stunting tinggi dapat lebih cepat diketahui dan menjadi dasar penentuan intervensi.

Ia menjelaskan, dokter spesialis yang diturunkan tidak hanya melakukan pemeriksaan, tetapi juga memberikan penanganan dan arahan lebih lanjut kepada pasien serta tenaga kesehatan di wilayah tersebut.

“Spesialisnya kita minta untuk memeriksa, menangani, dan juga memberikan penanganan lebih lanjut. Jadi semuanya dilakukan, termasuk pencegahan agar kasus tidak berkembang menjadi stunting,” pungkasnya.

Dokter spesialis yang paling banyak dibutuhkan dalam program tersebut adalah dokter spesialis anak karena sasaran penanganan merupakan bayi dan balita. Dinkes juga menerapkan sistem giliran bagi dokter spesialis dari rumah sakit agar pelayanan dapat menjangkau lebih banyak wilayah.

Program tersebut bukan merupakan program baru. Ismi menyebut layanan dokter spesialis ke daerah telah berjalan sejak 2022, meski sempat terhenti akibat pandemi Covid-19 dan kemudian kembali dilanjutkan.(Adv/diskominfokukar/Rian)