Senin, 12 Oktober 2026 10:49 WITA

DPPKB Kukar Perkuat PIK-R di Sekolah, Remaja Disiapkan Jadi Agen Perubahan

Senin, 12 Oktober 2026 10:49 WITA

Sekretaris DPPKB Kukar, Sri Lindawati.(ist)
Sekretaris DPPKB Kukar, Sri Lindawati.(ist)

ZONAKALTIM.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) terus mendorong penguatan program Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Program tersebut menyasar remaja berusia 10 hingga 24 tahun yang belum menikah. Selain memberikan informasi dan edukasi, PIK-R diarahkan menjadi wadah bagi remaja untuk mendapatkan pendampingan dari teman sebaya dalam menghadapi berbagai persoalan yang mereka alami.

Sekretaris DPPKB Kukar, Sri Lindawati mengatakan, keberadaan PIK-R di sekolah penting karena remaja merupakan calon generasi yang nantinya akan membentuk keluarga. Karena itu, sejak usia sekolah mereka perlu mendapatkan pembekalan agar mampu menjadi konselor sebaya.

“Salah satu program kita adalah Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Program ini ada di sekolah dan juga di masyarakat. Sasaran kita adalah remaja usia 10 sampai 24 tahun, tetapi yang belum menikah,” kata Sri.

Menurutnya, konselor sebaya dibutuhkan karena tidak semua remaja merasa nyaman menyampaikan persoalan yang mereka hadapi kepada guru bimbingan dan konseling (BK). Faktor malu maupun keengganan menjadi salah satu alasan remaja terkadang memilih bercerita kepada teman seusianya.

“Karena anak-anak remaja ini kadang-kadang, walaupun ada guru BK di masing-masing sekolah, biasanya ada faktor keengganan, malu, dan sebagainya untuk menyampaikan permasalahan yang mereka alami,” ujarnya.

Persoalan yang dihadapi remaja pun beragam, mulai dari masalah belajar, hubungan pertemanan hingga persoalan dalam hubungan berpacaran yang tidak mendapat persetujuan keluarga. Melalui konselor sebaya yang telah mendapatkan pembekalan, persoalan tersebut diharapkan dapat dijembatani dengan cara yang tepat.

“Misalnya, mereka sedang mengalami masalah dalam belajar, masalah dalam berpacaran yang tidak disetujui oleh keluarga, atau permasalahan lainnya seputar hubungan pertemanan,” jelasnya.

Ia menyebut, PIK-R juga membawa sejumlah pesan pencegahan kepada remaja, khususnya agar menjauhi narkotika, psikotropika dan zat adiktif (napza), menghindari perilaku seksual berisiko serta mencegah pernikahan dini.

“Program yang kita bawa melalui PIK-R ini adalah bagaimana anak-anak kita menjauhi napza dan zat adiktif terlarang, menjauhi seks bebas, serta mencegah pernikahan dini. Pernikahan dini dan seks bebas ini juga menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting. Jadi, misi kita memang ke arah sana,” sebutnya.

Para remaja yang terpilih menjadi pengurus PIK-R di sekolah kemudian mendapatkan pembekalan dan pembinaan secara intensif. Mereka dipersiapkan agar mampu menyampaikan informasi serta pesan-pesan positif kepada teman-teman sebayanya.

Ia menambahkan, keberadaan PIK-R kini telah berkembang di banyak sekolah di Kukar dan cakupannya semakin luas. Para pengurus diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan program pemerintah sekaligus agen perubahan di lingkungan sekolah.

“Jadi, mereka diharapkan bisa menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah dan teman-teman sebayanya. Sudah banyak sekali sekolah yang menjalankan program PIK-R. Bahkan sudah cukup luas di seluruh wilayah,” pungkasnya.(Adv/diskominfokukar/Rian)