ZONAKALTIM.ID, SANGATTA – Menjelang akhir tahun 2025, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersiap menyambut dua perayaan budaya besar: Festival Magic Land dan Festival Seni Budaya. Keduanya akan digelar berurutan selama enam hari dan menjadi ajang terbesar yang digagas oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim.
Kabid Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliyansyah, mengatakan, pihaknya tengah merampungkan penyusunan rundown acara sekaligus persiapan para talent. “Kalau presentasinya sampai sekarang sedang penyusun rundown jadwal,” ujarnya.
Padli menjelaskan, kedua festival tersebut akan menampilkan berbagai pertunjukan seni, lomba, dan kegiatan interaktif untuk masyarakat. “Tiga hari festival Magic Land, nanti off, tiga hari lagi festival seni budaya. Ada lomba talk show dan lain-lain,” katanya.
Sebagai daya tarik utama, Festival Magic Land akan menampilkan 30 penari cilik yang sedang menyiapkan tarian baru. “Anak-anak sudah latihan. Pemusik-pemusik juga sudah jalan,” tutur Padli.
Sementara itu, Festival Seni Budaya akan menghadirkan berbagai lomba yang mengangkat identitas lokal Kutim, seperti lomba tari pesisir dan tari pedalaman kreasi. “Tetap seperti tahun kemarin, ada lomba untuk anak-anak tari pesisir dan pedalaman,” jelasnya.
Padli menegaskan, kegiatan ini bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan kebudayaan lokal. “Kami harapkan masyarakat bisa ikut berpartisipasi nanti saat tempat dan waktu diumumkan,” ujarnya.
Melalui dua festival ini, Disdikbud Kutim ingin memperkuat apresiasi masyarakat terhadap seni dan budaya lokal sekaligus menciptakan ruang ekspresi bagi pelaku seni daerah. Festival Magic Land dan Festival Seni Budaya diharapkan menjadi agenda tahunan yang semakin besar dan membawa Kutim menjadi pusat kegiatan budaya di Kalimantan Timur. (adv/diskominfokutim/prb)
