ZONAKALTIM.ID, KUTAI KARTANEGARA – Efisiensi anggaran turut mendorong Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan penyesuaian terhadap sejumlah program di sektor pertanian. Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kukar kini mengutamakan program yang dinilai menjadi kebutuhan utama bagi petani.
Kepala Dispertan Kukar, Moh. Rifani mengatakan, keterbatasan anggaran membuat pihaknya harus menyusun skala prioritas dalam menjalankan berbagai program pertanian. Penyesuaian tersebut dilakukan agar program tetap berjalan meski dukungan anggaran daerah terbatas.
“Kalau terkait efisiensi anggaran, hampir semua program tentu mengalami penyesuaian. Makanya, nanti kita berbicara mengenai skala prioritas. Dengan anggaran yang terbatas, mana yang kita prioritaskan,” kata Rifani, Minggu (11/10/2026).
Menurutnya, keterbatasan anggaran daerah tidak membuat pemerintah hanya bergantung pada sumber pembiayaan dari APBD. Dispertan Kukar juga memanfaatkan peluang dukungan dari pemerintah pusat melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
“Kita tidak hanya berhenti atau bergantung pada anggaran daerah. Kita juga punya peluang untuk memanfaatkan anggaran-anggaran pusat pada APBN,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah kebutuhan pertanian dapat didukung melalui program kementerian. Salah satunya pembangunan irigasi yang dapat bersumber dari Kementerian Pekerjaan Umum maupun Kementerian Pertanian. Selain itu, dukungan juga diberikan dalam bentuk alat dan mesin pertanian (Alsintan).
“Contohnya irigasi. Irigasi itu ada dari Kementerian PU, ada juga dari Kementerian Pertanian. Kemudian alat mesin pertanian juga ada dari Kementerian Pertanian. Jadi, kita berkolaborasi dengan pemerintah pusat juga,” jelasnya.
Ia menyebut, pembangunan dan peningkatan prasarana serta sarana pertanian menjadi salah satu prioritas Dispertan Kukar. Untuk prasarana, program mencakup pembangunan jalan usaha tani dan irigasi, sedangkan sarana antara lain penyediaan benih padi bagi petani.
“Prioritas kita adalah pembangunan dan peningkatan prasarana dan sarana pertanian. Kalau prasarana, ini termasuk jalan usaha tani dan irigasi. Kalau sarananya, termasuk benih padi,” ungkapnya.
Program dukungan tersebut telah berjalan pada tahun ini. Beberapa bantuan bahkan telah disalurkan kepada masyarakat, termasuk Alsintan di sejumlah wilayah seperti Marangkayu, Samboja, Anggana, Tenggarong Seberang, Loa Kulu dan Tenggarong.
“Untuk benih padi kita bekerja sama dengan pemerintah pusat. Begitu juga dengan alat mesin pertanian atau Alsintan, kita juga mendapatkan dukungan dari pusat. Program tersebut sudah berjalan. Tahun ini juga sudah mulai berjalan dan beberapa sudah dibagikan kepada masyarakat,” pungkasnya.(Adv/diskominfokukar/Rian)




