Sabtu, 22 November 2025 21:42 WITA

Inovasi Pendidikan Kutim: Dua Jam Mengaji Masuk Kurikulum Sekolah, Non-Muslim Ikut Pembinaan Karakter

Sabtu, 22 November 2025 21:42 WITA

ZONAKALTIM.COM, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus berinovasi dalam menghadirkan sistem pendidikan yang holistik dan berkarakter. Melalui kebijakan baru, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menambah dua jam pelajaran mengaji setiap minggu untuk jenjang SD dan SMP, yang akan diintegrasikan ke dalam kurikulum muatan lokal (mulok).

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menjelaskan, langkah ini merupakan bagian dari program penguatan pendidikan karakter berbasis nilai keagamaan. “Kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam moral dan spiritual,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan mengaji tidak akan mengganggu pelajaran utama, karena diatur secara fleksibel di luar jam inti atau pada sesi mulok. “Kami ingin anak-anak bisa membaca Al-Qur’an dengan baik sebelum lulus SD. Ini bagian dari pembentukan karakter sejak dini,” tambahnya.

Disdikbud menggandeng lembaga pendidikan keagamaan dan pengurus masjid setempat untuk menyiapkan tenaga pengajar profesional. Pemerintah daerah juga telah mengalokasikan dana khusus dalam APBD untuk menggaji para guru mengaji, agar program berjalan berkesinambungan. “Guru mengaji tidak boleh sukarela. Mereka harus digaji secara resmi,” tegas Mulyono.

Menariknya, kebijakan ini juga dirancang inklusif. Siswa non-Muslim akan mengikuti program pembinaan karakter sesuai agama dan keyakinan masing-masing, sehingga tidak ada pembedaan dalam tujuan utama pendidikan moral. “Semua diarahkan pada penguatan moral, etika, dan karakter,” ujarnya.

Langkah ini sekaligus menjadi inovasi kurikulum daerah yang menyeimbangkan aspek akademik, spiritual, dan sosial. Dengan kebijakan ini, Pemkab Kutim berharap dapat melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara pengetahuan, tetapi juga berakhlak mulia dan toleran terhadap perbedaan. (adv/diskominfo/prb)