Selasa, 6 Oktober 2026 14:38 WITA

Kukar Targetkan 500 Sambungan Air Bersih, Wilayah Hulu dan Pesisir Jadi Prioritas

Selasa, 6 Oktober 2026 14:38 WITA

Kepala Disperkim Kukar, Muhammad Aidil. (Foto:Rian)
Kepala Disperkim Kukar, Muhammad Aidil. (Foto:Rian)

ZONAKALTIM.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerataan layanan air bersih masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terutama untuk masyarakat yang tinggal di kawasan terpencil dan pesisir. Tahun ini, pemkab menargetkan penambahan ratusan sambungan rumah melalui program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Desa.

Program tersebut dijalankan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kukar dengan target sekitar 500 Sambungan Rumah (SR). Skema ini diarahkan untuk menjangkau permukiman yang belum memperoleh layanan dari jaringan distribusi utama PDAM Tirta Mahakam.

Kepala Disperkim Kukar, Muhammad Aidil, mengatakan pembangunan SPAM Desa menjadi salah satu upaya pemerintah menutup celah pelayanan air bersih, khususnya di wilayah yang secara geografis sulit dijangkau jaringan utama.

“Tahun ini target kita sekitar 500 SR melalui program SPAM Desa. Fokus kita adalah menyelesaikan pemukiman yang belum tersentuh jaringan utama PDAM,” kata Aidil, Selasa (06/10/2026).

Menurutnya, persoalan distribusi air bersih di sejumlah wilayah bukan semata-mata disebabkan kurangnya sambungan rumah. Kendala yang masih dihadapi justru berkaitan dengan jaringan pipa utama yang belum sepenuhnya menjangkau permukiman warga.

“Masalah utama ada pada jaringan distribusi yang belum mencakup semuanya. Begitu jaringan pipa utamanya tersambung, pemasangan SR ke rumah warga akan langsung berjalan beriringan,” tuturnya.

Untuk mempercepat pemerataan tersebut, Disperkim Kukar saat ini memprioritaskan pembangunan pipa penyeberangan dari Tukung Ritan menuju Muara Ritan di Kecamatan Tabang. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat membuka akses air bersih bagi masyarakat di kawasan pedalaman hulu.

Aidil mengatakan kondisi geografis Kukar yang memiliki wilayah luas dan jarak antar-pemukiman cukup berjauhan menjadi tantangan dalam pembangunan jaringan distribusi. Pembangunan infrastruktur pipa membutuhkan pembiayaan besar, sehingga pemerintah perlu menyusun prioritas secara bertahap.

Karena itu, program SPAM Desa menjadi alternatif bagi kawasan yang belum dapat dijangkau jaringan PDAM. Melalui skema tersebut, pemerintah berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap dapat dipenuhi meski pembangunan jaringan utama belum sepenuhnya tersedia.

Secara umum, layanan air bersih saat ini telah mencakup seluruh kecamatan di Kukar. Namun, masih terdapat tiga desa yang pelayanan air bersihnya belum maksimal, termasuk Desa Tubang Baru dan dua desa lainnya di kawasan pesisir.

“Insya Allah untuk tiga desa yang belum maksimal tersebut, pembangunan SPAM Desa akan kita selesaikan dan tuntaskan pada tahun depan,” pungkasnya.(Adv/diskominfokukar/Rian)