Jumat, 7 November 2025 19:35 WITA

Produksi 90 Ton per Bulan, Kakao Karangan Berpotensi Jadi Pusat Olahan Cokelat Kutim

Jumat, 7 November 2025 19:35 WITA

ZONAKALTIM.ID, SANGATTA – Produksi kakao di Kecamatan Karangan, Kutai Timur (Kutim), yang mencapai 90 ton per bulan membuka peluang besar bagi pengembangan industri olahan cokelat di daerah tersebut. Pemerintah kecamatan menilai, selain memperkuat ekonomi petani, komoditas kakao juga memiliki potensi hilirisasi yang besar jika didukung investasi dan program pendampingan.

Camat Karangan, Madnuh, mengungkapkan, kakao telah menjadi komoditas yang konsisten memberikan manfaat ekonomi bagi warga. “Kalau ditotal, setiap bulan produksi biji cokelat mencapai sekitar 90 ton. Ini angka yang cukup besar dan menjadi bukti bahwa petani kita mampu menjaga produktivitas dengan baik,” ujarnya.

Dua desa penghasil utama Karangan Ilir dan Mukti Lestari mengelola total 100 hektare kebun kakao. Hasil panen dijual ke pembeli luar daerah, terutama Sulawesi Selatan, dengan harga Rp 24.000 per kilogram. Potensi ekonomi dari hasil tersebut diperkirakan mencapai Rp 2,1 miliar setiap bulan.

Pemerintah daerah menilai, produksi sebesar ini sudah cukup mendukung berdirinya unit-unit pengolahan cokelat di tingkat desa atau kecamatan. Produk olahan seperti cokelat batangan, bubuk kakao, dan minuman cokelat diyakini memiliki pasar kuat di tengah meningkatnya tren konsumsi produk lokal.

Namun ia menekankan pentingnya dukungan pemerintah menjaga agar petani tetap memilih kakao sebagai komoditas utama. “Kami ingin kakao tetap menjadi pilihan utama petani. Karena itu, kami berharap ada perhatian dan program berkelanjutan agar pengembangan kakao tidak tertinggal,” jelasnya.

Dengan potensi hilirisasi tersebut, Karangan berpeluang menjadi pusat industri cokelat Kutim di masa mendatang. Selain memperkuat ekonomi lokal, hilirisasi kakao dapat membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan nilai tambah komoditas.

“Dengan dukungan pemerintah daerah, kami optimis kakao dari Karangan akan menjadi ikon pertanian rakyat Kutai Timur yang berdaya saing tinggi,” tutupnya. (adv/diskominfokutim/prb)