ZONAKALTIM.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) melantik 58 pejabat manajerial administrator dan pengawas. Pelantikan ini difokuskan untuk memperkuat pemerintahan di tingkat kecamatan dan kelurahan, terutama dalam menghadapi persoalan kebakaran hutan dan krisis air bersih.
Kepala BKPSDM Kukar, Rendra Abadi, mengatakan pejabat yang dilantik terdiri dari lima administrator dan 53 pengawas. Pengisian posisi di kecamatan dan kelurahan menjadi perhatian karena kondisi di lapangan membutuhkan penanganan cepat, termasuk terhadap kebakaran hutan dan ketersediaan air bersih.
“Pelantikan hari ini memang kita fokuskan untuk kecamatan dan kelurahan. Karena kita tahu sendiri saat ini di wilayah itu terkait dengan kebakaran hutan maupun krisis air bersih,” kata Rendra, saat ditemui oleh awak media usai pelantikan, Jum’at (18/09/2026).
Ia meminta pejabat yang baru dilantik segera memahami kondisi wilayah dan mengambil langkah yang diperlukan tanpa menunggu waktu lama.
“Jadi memang dengan adanya mutasi hari ini, para pejabat yang sudah dilantik cepat langsung menyesuaikan dan mengambil alih di lapangan tentunya,” tuturnya.
Selain itu, Pemkab Kukar masih menyiapkan pengisian sejumlah posisi yang kosong di OPD maupun UPT. Pelantikan lanjutan direncanakan dalam waktu dekat.
Ia menyebut pemetaan kebutuhan jabatan akan kembali dilakukan, terutama karena sejumlah pejabat memasuki masa pensiun pada Oktober.
“Terkait dengan masih ada beberapa jabatan yang kosong, terutama di OPD-OPD, juga bahkan di UPT-UPT yang harus kita isi. Insyaallah dalam waktu dekat ke depannya nanti akan ada pelantikan lagi,” lanjutnya.
Pengisian tersebut ditargetkan rampung pada Oktober-November 2026 dengan menyesuaikan kebutuhan organisasi dan jumlah pejabat yang pensiun.
“Targetnya di bulan Oktober-November itu sudah selesai. Karena ini memang di masa Oktober itu kan banyak yang pensiun. Banyak yang pensiun, sehingga itu kita harus petakan lagi untuk pengisian jabatan,” pungkasnya.(Adv/diskominfokukar/Rian)




