ZONAKALTIM.ID, KUTAI KARTANEGARA – Ketergantungan masyarakat Zona Hulu Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terhadap pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) masih menjadi persoalan. Pasokan listrik yang dikelola secara mandiri itu belum sepenuhnya stabil dan kerap mengalami pemadaman, bahkan turut mengganggu layanan internet serta komunikasi seluler.
Kondisi tersebut mendorong pemerintah kecamatan berharap perluasan jaringan listrik PLN segera menjangkau wilayah hulu. Rencana penyambungan jaringan dari kawasan Kembang Janggut yang sebelumnya telah mencapai Buluseng diharapkan dapat diteruskan hingga Zona Hulu Tabang.
Camat Tabang, Asmi Riyandi Elvandar, mengatakan kelanjutan program penyambungan jaringan tersebut berpeluang dilaksanakan pada 2027. Hal itu apabila rencana pekerjaan belum dapat direalisasikan melalui perubahan anggaran tahun 2026.
“Untuk perluasan jaringan listrik, sebelumnya ada program dari PLN terkait kelanjutan sambungan menuju Zona Hulu Tabang. Jaringannya direncanakan melanjutkan dari Kembang Janggut yang sebelumnya sudah sampai di Buluseng. Jika belum bisa dilaksanakan pada perubahan anggaran 2026, kemungkinan dilanjutkan pada 2027,” kata Elvandar, Rabu (4/11/2026).
Ia menjelaskan, saat ini masyarakat di Zona Hulu masih mengandalkan tiga unit mesin diesel yang dikelola secara mandiri. Keterbatasan sumber pembangkit tersebut membuat pasokan listrik rentan terganggu, terutama ketika salah satu mesin mengalami kerusakan atau tidak dapat beroperasi.
Menurutnya, pemadaman atau blackout masih menjadi kendala yang dirasakan masyarakat. Kondisi itu menunjukkan kebutuhan terhadap jaringan listrik yang lebih stabil masih cukup besar, terutama untuk menunjang aktivitas warga sehari-hari.
“Untuk wilayah Zona Hulu, masyarakat masih mengandalkan PLTD dengan mesin yang dikelola sendiri. Kondisinya sering mengalami kendala, termasuk pemadaman listrik, karena pasokan masih bergantung pada tiga unit mesin yang tersedia dan beroperasi di Kecamatan Tabang,” jelasnya.
Gangguan listrik juga berdampak pada sektor komunikasi. Ketika pasokan terhenti, perangkat pendukung jaringan telekomunikasi tidak dapat berfungsi secara optimal sehingga masyarakat ikut kehilangan akses internet maupun layanan telepon seluler.
Ia menyebut perangkat *power feeder* yang mendukung layanan Telkomsel turut terdampak saat terjadi pemadaman. Akibatnya, gangguan listrik dapat meluas menjadi hambatan komunikasi bagi warga di wilayah tersebut.
“Kalau terjadi gangguan atau pemadaman, dampaknya bukan hanya pada penerangan masyarakat. Jaringan internet dan layanan telepon seluler yang menggunakan perangkat *power feeder* Telkomsel juga ikut terhenti,” tuturnya.
Karena itu, pemerintah kecamatan berharap rencana perluasan jaringan PLN dapat segera ditindaklanjuti. Kehadiran jaringan listrik yang lebih stabil dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pembangkit diesel yang selama ini dikelola secara mandiri.
Selain memenuhi kebutuhan penerangan, pasokan listrik yang andal juga diharapkan dapat mendukung kelancaran komunikasi dan akses internet masyarakat Zona Hulu Tabang. Dengan demikian, pemerataan jaringan listrik tidak hanya meningkatkan pelayanan dasar, tetapi juga menunjang aktivitas warga di wilayah tersebut.(Adv/Diskominfokukar/Rian)




