ZONAKALTIM.ID, KUTAI KARTANEGARA – Kebakaran lahan pertanian masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Meski demikian, Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kukar menyebut luasan lahan pertanian yang terdampak kebakaran relatif tidak besar.
Kepala Dispertan Kukar, Moh. Rifani mengatakan, pihaknya terus mengingatkan para petani agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Imbauan tersebut disampaikan sebagai upaya mencegah terjadinya kebakaran lahan, terutama saat kondisi kemarau.
“Kalau di Kukar, memang ada kebakaran lahan pertanian di beberapa tempat. Tetapi secara spesifik, lahan pertanian yang terbakar tidak terlalu besar,” kata Rifani, Minggu (25/10/2026).
Menurutnya, imbauan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar bukan hanya dilakukan ketika musim kemarau. Larangan tersebut telah disampaikan kepada petani sejak lama sebagai bagian dari upaya mencegah kebakaran lahan.
“Kita sudah mengimbau teman-teman petani agar jangan membuka lahan dengan cara membakar. Itu bukan hanya pada kondisi kemarau sekarang, tetapi sejak dulu kita sudah mengimbau agar dalam membuka lahan tidak dilakukan dengan cara membakar,” ujarnya.
Dispertan Kukar akan terus menyampaikan imbauan kepada masyarakat, khususnya petani yang hendak membuka atau membersihkan lahan pertanian. Menurutnya, pembukaan lahan dengan cara membakar bukan merupakan cara yang diperbolehkan.
Sebagai langkah pencegahan, Dispertan Kukar mengajak petani untuk memilih metode pembukaan dan pembersihan lahan yang lebih aman serta tidak berpotensi memicu kebakaran. Imbauan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lahan pertanian sekaligus mencegah meluasnya kebakaran selama musim kemarau.(Adv/diskominfokukar/Rian)




