Senin, 26 Oktober 2026 16:32 WITA

Kukar Tambah Kawasan Pertanian, Palambur dan Jonggon Jadi Prioritas Pengembangan

Senin, 26 Oktober 2026 16:32 WITA

Kepala Distanak Kukar, Moh. Rifani. (Rian)
Kepala Distanak Kukar, Moh. Rifani. (Rian)

ZONAKALTIM.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berupaya memperluas pengembangan pertanian berbasis kawasan dengan menambah dua lokasi potensial. Palambur dan Jonggon menjadi sasaran pengembangan karena masing-masing memiliki hamparan lahan pertanian lebih dari 1.000 hektare.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Moh. Rifani, mengatakan rencana penambahan tersebut akan meningkatkan jumlah kawasan pertanian yang dikembangkan pemerintah daerah dari lima menjadi tujuh kawasan. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat pemanfaatan lahan pertanian yang sudah tersedia.

Menurutnya, Palambur dan Jonggon bukan merupakan kawasan pertanian baru. Kedua wilayah tersebut telah memiliki hamparan lahan yang cukup luas sehingga pengembangannya akan difokuskan pada penguatan potensi yang ada melalui pendekatan berbasis kawasan.

“Rencananya ada penambahan dua kawasan, dari sebelumnya lima menjadi tujuh. Lokasi yang menjadi perhatian adalah Palambur dan Jonggon karena keduanya memiliki hamparan lahan pertanian yang luas,” kata Rifani, Senin (26/10/2026).

Rifani menjelaskan, luas hamparan lahan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan pengembangan pertanian berbasis kawasan. Dengan luasan yang telah melampaui 1.000 hektare, kedua wilayah tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikelola secara lebih terarah dan terintegrasi.

Rifani menegaskan, pengembangan kawasan tidak hanya berfokus pada luas lahan, tetapi juga harus diikuti dengan ketersediaan sarana penunjang. Infrastruktur yang memadai diperlukan agar aktivitas pertanian dapat berjalan lancar dan lahan yang tersedia bisa dimanfaatkan secara optimal.

“Kawasan tersebut sebenarnya sudah ada atau *existing*. Pengembangan berbasis kawasan mempertimbangkan luas hamparan lahan. Palambur dan Jonggon yang luasnya sudah lebih dari 1.000 hektare berpotensi dikembangkan dengan pendekatan tersebut,” jelasnya.

Salah satu kebutuhan yang masih menjadi perhatian Distanak Kukar adalah pembangunan dan pembenahan jaringan irigasi. Ketersediaan air yang memadai menjadi faktor penting dalam mendukung kegiatan budidaya, menjaga keberlangsungan produksi, serta meningkatkan produktivitas lahan pertanian.

Selain irigasi, jalan usaha tani juga menjadi bagian dari infrastruktur yang perlu diperkuat. Akses jalan yang baik akan memudahkan petani menuju lahan sekaligus membantu kelancaran pengangkutan sarana produksi maupun hasil panen.

Rifani mengakui, dukungan infrastruktur pertanian di Kukar saat ini masih belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan di lapangan. Karena itu, pembenahan secara bertahap diperlukan agar pengembangan kawasan dapat berjalan seiring dengan peningkatan fasilitas penunjang.

“Ketersediaan infrastruktur yang ada sekarang masih belum mencukupi kebutuhan. Karena itu, pembenahan tetap diperlukan agar kegiatan pertanian dapat didukung secara lebih optimal,” imbuhnya.

Distanak Kukar berharap rencana penambahan kawasan pertanian tersebut dapat mendorong pengelolaan lahan yang lebih terarah, khususnya di Palambur dan Jonggon. Dengan didukung pembangunan irigasi dan jalan usaha tani, potensi lahan yang tersedia diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap produktivitas pertanian dan penguatan sektor pertanian di Kukar.(adv/diskominfokukar/Rian)