Senin, 26 Oktober 2026 10:25 WITA

Aulia Dorong GEMA Berkelanjutan dan Optimistis Kukar Kembali Berjaya di MTQ Kaltim

Senin, 26 Oktober 2026 10:25 WITA

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri.(Rian)
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri.(Rian)

ZONAKALTIM.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berupaya menjaga kesinambungan pembinaan keagamaan, baik di lingkungan birokrasi maupun dalam peningkatan prestasi daerah. Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menekankan pentingnya mempertahankan Gerakan Etam Mengaji (GEMA) sebagai salah satu upaya membentuk karakter dan watak aparatur sipil negara (ASN).

Aulia menilai, program GEMA yang telah berjalan selama bertahun-tahun memiliki nilai penting dalam menanamkan karakter positif kepada aparatur pemerintahan. Karena itu, program tersebut perlu terus dipelihara agar nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap menjadi bagian dari kehidupan ASN saat menjalankan tugas pelayanan publik.

“GEMA merupakan program yang baik dan sudah lama berjalan di Kukar. Keberlanjutannya perlu kita jaga karena menjadi salah satu upaya membentuk karakter serta watak aparatur di lingkungan pemerintah daerah,” kata Aulia, Senin (26/10/2026).

Menurut Aulia, pembinaan keagamaan juga pernah diterapkan melalui persyaratan kemampuan membaca kitab suci bagi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) ketika mengambil atau memperpanjang surat keputusan (SK). Ketentuan tersebut disesuaikan dengan keyakinan masing-masing pegawai, sehingga pelaksanaannya tetap menghormati keberagaman agama di lingkungan pemerintahan.

Pegawai beragama Islam, misalnya, mengikuti persyaratan kemampuan membaca Al-Qur’an. Sementara itu, pegawai beragama Kristen, Katolik, dan pemeluk agama lainnya menyesuaikan dengan kitab suci serta ajaran agama masing-masing. Kebijakan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap penguatan nilai spiritual di kalangan aparatur.

Aulia menambahkan, melanjutkan program yang telah memberikan manfaat merupakan bagian dari tanggung jawab pemimpin daerah. Berbagai kebijakan positif yang dirintis oleh pemerintahan sebelumnya dinilai perlu dipertahankan dan dikembangkan agar kesinambungan pembangunan di Kukar tetap terjaga.

“Sebagai pemimpin yang meneruskan pemerintahan saat ini, kami memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melanjutkan berbagai hal baik yang sudah dikerjakan oleh para pemimpin sebelumnya di Kabupaten Kutai Kartanegara,” sebutnya.

Di sisi lain, Aulia juga menaruh perhatian pada upaya mengembalikan kejayaan Kukar dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Kukar tercatat pernah meraih gelar juara umum sebanyak enam kali secara beruntun, sebelum catatan tersebut terhenti pada penyelenggaraan terakhir di Kabupaten Kutai Timur.

Kesempatan untuk kembali merebut gelar juara umum terbuka melalui penyelenggaraan MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang dijadwalkan berlangsung di Kukar pada Desember 2026. Sebagai tuan rumah, pemerintah daerah berharap momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesiapan peserta sekaligus memperkuat pembinaan keagamaan.

Aulia pun menyatakan optimistis terhadap peluang Kukar untuk kembali meraih prestasi tertinggi dalam ajang tersebut. Ia berharap seluruh persiapan dapat berjalan maksimal sehingga daerah itu mampu bersaing dan merebut kembali gelar juara umum.

“Insyaallah, saat MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Timur digelar di Kukar pada Desember mendatang, kita akan berupaya maksimal untuk kembali meraih gelar juara umum,” tandasnya.

Dengan demikian, keberlanjutan GEMA dan pembinaan peserta MTQ menjadi dua hal yang diharapkan dapat berjalan seiring. Selain memperkuat karakter aparatur, upaya tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Pemkab Kukar dalam menjaga nilai-nilai keagamaan sekaligus meningkatkan prestasi daerah. (Adv/Diskominfo Kukar/Rian)