Minggu, 1 Februari 2026 11:04 WITA

Disperindag Kukar Serius Garap Pasar Tangga Arung demi Capai Target PAD

Minggu, 1 Februari 2026 11:04 WITA

Kondisi Pasar Tangga Arung Square terlihat beberapa kios belum beroperasi.
Kondisi Pasar Tangga Arung Square terlihat beberapa kios belum beroperasi.

TENGGARONG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai melirik lebih serius potensi Pasar Tangga Arung Square sebagai salah satu penopang utama Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Langkah ini diambil seiring naiknya target setoran PAD Disperindag Kukar oleh Bupati Aulia Rahman Basri. Tahun 2026 ini, target PAD sebesar Rp1,35 miliar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah, mengatakan target tersebut meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp800 juta. Kenaikan ini menuntut optimalisasi seluruh aset perdagangan daerah, termasuk Pasar Tangga Arung Square.

“Target PAD kami tahun ini Rp1,35 miliar. Naik hampir satu dua kali lipat dari tahun lalu. Mau tidak mau, potensi pasar harus kita dorong,” ujar Sayid Fathullah.

Menurutnya, meskipun kondisi Pasar Tangga Arung Square saat ini belum sepenuhnya terisi, pasar modern tersebut memiliki peluang besar untuk mendongkrak PAD jika dikelola dan dimanfaatkan secara maksimal. Dari total 703 kios yang tersedia, potensi pendapatan dinilai masih sangat terbuka.

“Kalau 703 kios terisi semua dan membayar retribusi sesuai ketentuan, potensi PAD bisa mencapai sekitar Rp3 miliar per tahun. Artinya target Rp1,35 miliar itu sebenarnya masih aman,” jelasnya.

Sayid mengakui masih banyak kios yang belum beroperasi, namun Disperindag Kukar tidak bisa membiarkan kondisi tersebut berlangsung terlalu lama. Pasalnya, target PAD tetap harus disetor ke pemerintah daerah sesuai ketentuan.

“Kalau kita biarkan kios kosong satu tahun, kami tetap ditagih setoran PAD. Pemerintah akan bertanya, mana setoranmu. Di situlah kami harus mencari solusi,” katanya.

Dalam upaya mengoptimalkan Pasar Tangga Arung Square, Disperindag Kukar berupaya mengambil langkah persuasif kepada para pedagang. Ia menegaskan, kebijakan yang diambil olehnya ini, bukan semata-mata untuk memberatkan pelaku usaha, melainkan agar aset daerah dapat berfungsi optimal.

“Kondisi ekonomi memang belum sepenuhnya baik, tapi kita harus tetap berusaha. Kalau ada pedagang yang sudah merasa tidak sanggup berjualan dan memilih menutup kios, kami persilakan menyerahkan kembali kiosnya ke pemerintah,” tuturnya.

Kios-kios yang dikembalikan tersebut nantinya dapat dialihkan kepada pedagang lain yang lebih siap berusaha, sehingga tingkat hunian Pasar Tangga Arung Square dapat meningkat dan aktivitas perdagangan kembali bergairah.

Dengan mulai diliriknya potensi Pasar Tangga Arung Square, Disperindag Kukar berharap pasar ini bisa menjadi salah satu motor penggerak PAD daerah sekaligus pusat ekonomi baru di Tenggarong.

“Pasar Tangga Arung ini aset besar. Kalau dikelola dengan optimal dan terisi, kontribusinya terhadap PAD Kukar akan sangat signifikan,” tutupnya.