Minggu, 20 September 2026 13:27 WITA

Rendi Dorong One District, One Festival dan One Company, One Festival

Minggu, 20 September 2026 13:27 WITA

Foto : Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin.(Foto:Rian)
Foto : Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin.(Foto:Rian)

ZONAKALTIM.KD, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) mendorong pengembangan destinasi dan festival di 20 kecamatan untuk memperkuat sektor pariwisata sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, mengatakan pengembangan destinasi menjadi bagian penting agar Kukar mampu menarik wisatawan di tengah efisiensi anggaran.

“Ada beberapa titik destinasi lainnya yang nanti akan menjadi daya tarik, dan festival juga sudah mulai dijalankan. Di tengah efisiensi ini, pasti juga untuk mengait pariwisata yang ada di Kutai Kartanegara dan bahkan nasional,” kata Rendi, saat ditemui oleh awak media, Minggu (20/09/2026).

Ia menilai Kukar perlu mengubah pola kunjungan wisata agar wisatawan tidak hanya singgah, tetapi juga tinggal dan membelanjakan uangnya di daerah.

“Kutai Kartanegara harus menjadi destinasi, bukan hanya tempat untuk persinggahan yang short term, tapi juga bisa membuat orang harus spend uangnya di Kutai Kartanegara. Terkait UMKM dan okupansi hotel yang penuh, itu menjadi variabel utama pariwisata Kutai Kartanegara meningkat,” lanjutnya.

Karena itu, festival seperti Erau dinilai perlu terus dilestarikan dan diperkuat melalui agenda One District, One Festival di seluruh kecamatan.

“Festival seperti Erau ini harus tetap dilaksanakan dan dilestarikan. Banyak festival di 20 kecamatan di Kutai Kartanegara yang tetap wajib hukumnya diadakan, bahkan kapasitasnya diperbesar ke depan. Jadi nanti kita ada agenda One District, One Festival,” jelasnya.

Selain pemerintah, perusahaan besar juga didorong mengambil peran melalui konsep One Company, One Festival.

“Tahun depan harusnya ada One Company, One Festival. Jadi satu perusahaan besar di Kutai Kartanegara harus punya satu festival yang baik. Artinya apa? Jelas, kontribusinya untuk pariwisata,” tuturnya.

Ia menyebut Kukar memiliki peluang mengambil bagian dari besarnya perputaran ekonomi sektor pariwisata nasional.

“Sumbang sih pariwisata di Indonesia itu Rp7,1 triliun perputaran uangnya. Bayangkan kalau di Kutai Kartanegara bisa tarik 1 persen saja. Itu Rp70 miliar perputaran uang yang ada di Kutai Kartanegara dalam bidang pariwisata,” ujarnya.

Ia menegaskan pengembangan pariwisata perlu melibatkan pemerintah dan perusahaan yang beroperasi di Kukar.

“Karena kita kota budaya, khususnya Tenggarong, dan 20 kecamatan punya daya tarik tersendiri. Sehingga ke depannya festival One District, One Festival dan juga One Company, One Festival itu wajib dilaksanakan di Kutai Kartanegara,” tegasnya.

Ia mencontohkan perusahaan besar seperti Bayan yang dinilai dapat memperluas kontribusi kegiatan pariwisata hingga wilayah operasionalnya.

“Kita kasih contoh, Bayan. Bayan jangan hanya bikin acara festival olahraga di Dombalit Papan, tapi juga Bayan harus bikin di Tabang. Bayan juga harus bikin di Tenggarong, karena Bayan beroperasi di wilayah kerja Tenggarong, Kutai Kartanegara,” tandasnya.

Maka dari itu, ia berharap perusahaan besar lainnya yang dapat berkontribusi melalui festival maupun kegiatan yang menciptakan daya tarik wisata baru di Kukar.(Adv/diskominfokukar/Rian)