Kamis, 5 November 2026 14:07 WITA

Tingkatkan Daya Saing Beras Lokal, Disketapang Kukar Benahi Mesin dan Tata Kelola Lumbung Pangan

Kamis, 5 November 2026 14:07 WITA

Kepala Disketapang Kukar, Ananias.(Rian)
Kepala Disketapang Kukar, Ananias.(Rian)

ZONAKALTIM.ID, KUTAI KARTANEGARA – Penguatan lumbung pangan masyarakat menjadi salah satu langkah Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk meningkatkan nilai jual hasil pertanian lokal. Salah satu upaya yang disiapkan ialah meningkatkan kemampuan mesin penggilingan padi agar beras yang diproduksi dapat memenuhi standar premium.

Kepala Disketapang Kukar, Ananias, menjelaskan bahwa daerah tersebut telah memiliki sekitar 35 lumbung pangan yang dibangun untuk mendukung ketersediaan pangan masyarakat. Namun, kemampuan peralatan penggilingan yang digunakan saat ini masih terbatas pada produksi beras medium sehingga diperlukan peningkatan teknologi untuk menghasilkan beras dengan mutu lebih tinggi.

“Peralatan penggilingan padi yang tersedia sekarang masih menghasilkan beras kategori medium. Karena itu, spesifikasinya perlu ditingkatkan agar bisa memproduksi beras premium,” kata Ananias.

Menurutnya, peningkatan kualitas produksi akan dilakukan melalui program penguatan lumbung pangan, termasuk pembaruan mesin pengolahan. Sejumlah peralatan yang dibutuhkan di antaranya mesin sortir warna dan mesin pengayak untuk membantu proses pemilahan serta penyeragaman ukuran beras sesuai standar kualitas yang dituju.

“Melalui program ini, kami akan melakukan peningkatan atau *upgrade* mesin penggilingan, sehingga kemampuan produksinya bisa diarahkan untuk menghasilkan beras premium,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pengembangan lumbung pangan tidak cukup hanya mengandalkan bantuan peralatan. Disketapang Kukar juga memetakan kondisi seluruh lumbung yang ada untuk menentukan lokasi prioritas berdasarkan kesiapan organisasi pengelola, kapasitas sumber daya manusia, serta kelancaran distribusi dan pemasaran hasil produksi.

“Kami perlu melihat apakah kelembagaannya sudah siap dan rantai pasoknya berjalan. Lumbung yang diprioritaskan harus benar-benar aktif, mampu menghasilkan beras, serta sudah memiliki kegiatan penjualan kepada masyarakat,” jelasnya.

Selain pembenahan proses penggilingan, pengelola lumbung pangan juga didorong memperbaiki kemasan dan membangun identitas produk yang mencerminkan potensi wilayah masing-masing. Strategi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas beras, tetapi juga memperkuat daya saing produk pertanian lokal di pasaran.

“Kami berharap nantinya setiap desa di Kukar dapat mempunyai merek beras premium sendiri dengan menggunakan nama desa sebagai identitas produknya,” sebutnya.

Dalam pemetaan pengembangan, sejumlah wilayah yang menjadi perhatian Disketapang Kukar meliputi Desa Rapak Lambur, Desa Segihan, Desa Sebulu, Desa Giri Agung, dan Desa Sidoarjo di Kecamatan Anggana. Potensi peningkatan produksi juga terdapat di kawasan Sungai Payang, Sungai Pimping, serta Loa Duri Seberang yang dapat dipertimbangkan sesuai hasil penilaian kesiapan dan kapasitas masing-masing.

Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kemampuan pengelola dalam menjalankan usaha secara berkelanjutan. Oleh sebab itu, dukungan pemerintah desa dan keterlibatan masyarakat diperlukan untuk memastikan fasilitas yang diberikan benar-benar dimanfaatkan dan mampu menggerakkan aktivitas ekonomi setempat.

“Bantuan alat dan modal saja tidak cukup apabila sumber daya manusia yang mengelolanya belum siap. Dukungan kepala desa bersama masyarakat juga harus kuat agar kelembagaan lumbung pangan bisa berjalan dengan baik,” tandasnya.

Ke depan, peningkatan kapasitas produksi dan kualitas beras ini diharapkan membuka kesempatan bagi lumbung pangan desa untuk memasok kebutuhan beras premium bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan dukungan peralatan yang memadai, pengelolaan yang profesional, dan pemasaran yang lebih terarah, lumbung pangan masyarakat diharapkan mampu memperluas pasar sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kutai Kartanegara. (Adv/Diskominfo Kukar/Rian)