ZONAKALTIM.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) memastikan pemenuhan listrik di 193 desa dan 44 kelurahan telah rampung. Namun, pemerintah masih menyiapkan langkah lanjutan untuk meningkatkan kapasitas listrik, terutama di wilayah terpencil yang mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, mengatakan pemenuhan listrik dilakukan melalui jaringan PLN maupun intervensi pemerintah menggunakan energi surya. Upaya tersebut menyasar seluruh wilayah desa dan kelurahan di Kukar, termasuk kawasan yang masuk kategori remote area.
“Pembangunan dan pemenuhan listrik desa kita itu di 193 desa dan 44 kelurahan sudah terpenuhi semua, baik yang dialiri listrik PLN maupun yang kita intervensi melalui pembangkit listrik tenaga surya,” kata Arianto dihadapan awak media, Kamis (24/09/2026).
Untuk wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik secara optimal, Pemkab Kukar membangun PLTS sebagai sumber energi alternatif. Salah satu pembangunan yang masih berjalan berada di Desa Sepatin, Kecamatan Anggana.
“Untuk desa-desa kita yang masuk remote area, semuanya kita bangunkan pembangkit listrik tenaga surya,” ujarnya.
Meski pembangunan infrastruktur listrik telah dinyatakan terpenuhi, Arianto mengakui kapasitas daya di sejumlah wilayah masih belum mencukupi kebutuhan masyarakat. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah untuk ditindaklanjuti melalui peningkatan kapasitas pembangkit.
“Saat ini sedang berjalan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya komunal di Desa Sepatin, Kecamatan Anggana. Namun, yang kita bangun itu memang belum maksimal. Artinya, tenaga yang diproduksi oleh tenaga surya itu masih kurang,” jelasnya.
Menurut Arianto, peningkatan kapasitas akan dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah pusat, dan PLN. Koordinasi juga telah dilakukan Bupati Kukar dengan Kementerian ESDM untuk membahas perencanaan pembangunan kelistrikan, termasuk kondisi sejumlah desa di Kalimantan Timur.
“Nanti PLN akan bekerja sama dengan kita sehingga kita bisa membangun dan meningkatkan kapasitas yang ada saat ini. Sementara kebutuhan masyarakat masih harus ditingkatkan karena masih ada yang belum terpenuhi secara maksimal,” tambahnya.
Arianto menegaskan, dari sisi cakupan pembangunan, pemenuhan listrik di desa dan kelurahan Kukar telah rampung. Fokus pemerintah selanjutnya adalah memaksimalkan kapasitas daya yang tersedia agar kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah yang masih bergantung pada PLTS, dapat terpenuhi.
“Saat ini sudah rampung semua. Tinggal kita berkolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, bagaimana mereka bisa membantu kita untuk memaksimalkan daya yang sudah ada. Yang benar-benar masuk anggaran itu pada 2027,” pungkasnya.(Adv/diskominfokukar/Rian)




