ZONAKALTIM.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-46 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang dijadwalkan berlangsung di Tenggarong pada 3 hingga 10 Desember 2026. Pemantapan tersebut dibahas dalam rapat persiapan yang digelar di Ruang Rapat Sekretaris Daerah (Sekda).
Sekda Kukar, Sunggono, mengatakan bahwa rapat tersebut diikuti panitia inti pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Kaltim bersama sejumlah unsur terkait, termasuk Asisten I, Asisten II, Asisten III, serta sekretariat umum. Rapat juga menjadi momentum untuk mengevaluasi kesiapan panitia sekaligus mematangkan rencana kerja masing-masing bidang.
“Alhamdulillah, hari ini kami dari panitia inti pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang insyaallah dilaksanakan di Tenggarong telah melaksanakan rapat bersama pengurus dan panitia inti, yang terdiri dari Asisten I, II, III, serta unsur sekretariat umum,” ujar Sunggono, saat ditemui oleh awak media usai melakukan rapat, Rabu (23/09/2026).
Dalam rapat tersebut, panitia juga menerima laporan dari Sekretaris Umum yang sebelumnya mengikuti pelaksanaan MTQ tingkat nasional di Semarang. Laporan itu kemudian menjadi salah satu bahan evaluasi untuk melihat kesiapan penyelenggaraan MTQ tingkat provinsi yang akan digelar di Kukar.
Ia menyebut, evaluasi tidak hanya menyangkut pelaksanaan secara umum, tetapi juga rencana kerja yang telah disusun oleh masing-masing bidang. Berdasarkan pemaparan para koordinator bidang, Kukar dinilai telah berada dalam kondisi siap untuk menjadi tuan rumah MTQ ke-46 tingkat Provinsi Kaltim.
“Dari penjelasan para koordinator bidang, secara keseluruhan kita siap menjadi tuan rumah. Tadi sudah kita sepakati hal-hal penting yang selama ini belum mencapai kata sepakat, misalnya arena utama di mana tempatnya, kemudian maskot MTQ seperti apa, logo MTQ seperti apa, serta tema MTQ seperti apa. Itu sekarang sudah kita sepakati semua,” tuturnya.
Setelah sejumlah keputusan penting disepakati, panitia kini diarahkan untuk masuk ke tahap persiapan teknis dan fisik. Sunggono menargetkan seluruh persiapan tersebut mulai berjalan paling lambat pada awal Oktober 2026, sehingga masing-masing bidang memiliki waktu yang cukup untuk menuntaskan tugasnya sebelum pelaksanaan MTQ.
“Insyaallah paling lambat 1 Oktober sudah running persiapan teknis dan persiapan fisik kegiatan yang harus kita laksanakan. Teman-teman yang membidangi masing-masing bidang juga sudah siap,” jelasnya.
Selain persiapan teknis dan fisik, unsur identitas penyelenggaraan seperti maskot MTQ juga telah disiapkan. Namun, ia belum bersedia mengungkapkan bentuk maskot tersebut karena rencananya akan disampaikan secara resmi oleh Bupati Kukar Aulia Rahman Basri.
“Maskotnya rahasia dong. Ini enggak boleh disampaikan. Belum mau sih, nanti Pak Bupati yang sampaikan. Tapi insyaallah sangat-sangat Kutai,” pungkasnya.
Adapun terkait jadwal, pelaksanaan MTQ ke-46 tingkat Provinsi Kaltim direncanakan berlangsung selama sekitar satu pekan, yakni mulai 3 Desember hingga 10 Desember 2026. Dengan dimulainya persiapan teknis dan fisik paling lambat 1 Oktober, panitia akan memiliki waktu sekitar dua bulan untuk memastikan seluruh kebutuhan penyelenggaraan siap digunakan.(Adv/diskominfokukar/Rian)




