ZONAKALTIM.ID, KUTAI KARTANEGARA – Di tengah kemeriahan rangkaian Erau Adat Kutai Tahun 2026, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, bersama istrinya menyempatkan diri mengunjungi sejumlah stan Expo Pendidikan. Safari mini tersebut dilakukan untuk melihat langsung beragam karya dan kreativitas siswa yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut.
Dalam kunjungannya, ia melihat antusiasme sekolah-sekolah yang berpartisipasi dalam Expo Pendidikan. Ia menilai berbagai karya yang ditampilkan menunjukkan adanya ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan mereka, baik melalui pendidikan formal maupun kegiatan ekstrakurikuler.
“Alhamdulillah, seluruh pihak antusias mengikuti expo yang dilaksanakan dalam rangka Erau Adat Kutai Tahun 2026. Luar biasa apa yang sudah dihasilkan melalui kegiatan formal pendidikan maupun ekstrakurikuler,” kata Aulia, saat berjumpa dengan awak media usai melakukan safari mini tersebut, Jum’at (25/09/2026).
Menurutnya, penyelenggaraan Expo Pendidikan juga menjadi bagian dari rangkaian Erau yang tidak hanya menghadirkan kegiatan sakral, tetapi turut memberikan dampak bagi masyarakat. Kehadiran berbagai stan diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi sekaligus menggerakkan daya beli masyarakat.
“Kita berharap kegiatan Erau selain ada acara sakral, juga ada kegiatan seremonial yang ditujukan untuk peningkatan ekonomi warga masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujarnya.
Ia menjelaskan, stan-stan yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas. Menurutnya, kegiatan seperti Expo dapat menjadi salah satu momentum untuk menghidupkan kembali aktivitas perekonomian di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi tekanan.
Ia berharap rangkaian kegiatan Erau Adat Kutai Tahun 2026 dapat memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat Kukar. Selain menjadi bagian dari pelestarian budaya, kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan gairah perekonomian daerah.
“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini kita bisa meningkatkan lagi gairah perekonomian di Kabupaten Kutai Kartanegara,” tuturnya.
Selain menyoroti aspek ekonomi, ia juga memberikan perhatian terhadap potensi yang dimiliki para siswa. Ia menilai kemampuan anak tidak dapat diukur hanya dari penguasaan bidang akademik seperti matematika maupun ilmu pengetahuan alam.
“Anak-anak kita tidak semuanya harus pintar matematika atau IPA. Ada juga yang memiliki kemampuan dalam menari, menyanyi, bertutur maupun berdongeng,” jelasnya.
Karena itu, ia mengapresiasi sekolah-sekolah yang telah memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan kemampuan masing-masing. Menurut Aulia, setiap anak memiliki potensi yang berbeda sehingga perlu mendapatkan dukungan sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.
“Semua anak memiliki potensi yang harus kita kembangkan sesuai dengan potensi yang ada dalam diri mereka. Alhamdulillah, sekolah-sekolah kita sudah memberikan ruang untuk mengembangkan potensi tersebut,” pungkasnya.(Adv/diskominfokukar/Rian)




