ZONAKALTIM, JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyambangi Kejaksaan Agung, Rabu (14/10/2026). Kunjungan ini menjadi pertemuan perdana Suyudi dengan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin setelah resmi dilantik sebagai Kapolri oleh Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober 2026 lalu.
Pertemuan berlangsung di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta, sekitar pukul 10.00 WIB. Suyudi datang bersama jajaran pejabat utama (PJU) Mabes Polri yang baru. Kedatangan Kapolri baru tersebut disambut langsung oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin beserta jajaran Jaksa Agung Muda.
Baca juga: OTT BNPB Berimbas ke Kaltim? Dana Bencana Rp 1,4 Miliar Jadi Sorotan
Sinergitas Polri dan Kejagung
Agenda utama pertemuan adalah memperkuat sinergi dan kolaborasi antara Polri dan Kejaksaan Agung dalam mendukung sistem peradilan pidana di Indonesia.
Dalam keterangannya, Kapolri Suyudi menegaskan bahwa Polri dan Kejaksaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam criminal justice system. Karena itu, hubungan kerja yang solid menjadi kunci untuk memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.
“Kami menyadari kami semua adalah bagian daripada crime justice system, yang mana tentunya kami harus bersinergi dan berkolaborasi dalam rangka memberikan kepastian hukum,” kata Suyudi di Kejaksaan Agung, Rabu.
Baca juga: SE Wali Kota Keluar: TK Hingga SMP di Balikpapan Daring 3 Hari Gara-gara Asap
Kapolri Suyudi
Suyudi juga menegaskan komitmen Polri untuk terus memberikan dukungan penuh kepada jajaran Kejaksaan. Dukungan tersebut termasuk dalam hal pengamanan pelaksanaan tugas penuntutan hingga eksekusi, sesuai dengan nota kesepahaman atau MoU yang telah dibangun kedua institusi selama ini.
“Kita ingin membangun silaturahmi dan sinergitas lebih baik. Ini langkah awal untuk hubungan kerja yang lebih baik dan kolaboratif,” ujar Suyudi.
Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin
Sementara itu, Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menyambut baik kunjungan Kapolri baru. Menurut Burhanuddin, kualitas penegakan hukum sangat ditentukan dari hulu ke hilir. Kualitas penyidikan dari Polri akan sangat memengaruhi kualitas penuntutan oleh Kejaksaan, hingga akhirnya memengaruhi putusan pengadilan.
Baca juga: Kabut Asap Pekat Ambon Batalkan Belasan Penerbangan Hari Ini
Karena itu, sinergi kedua lembaga penegak hukum ini tidak bisa ditawar dan harus terus diperkuat.
“Dan kami selalu mengatakan bahwa hasil penyelidikan yang bagus akan menghasilkan penuntutan yang bagus. Hasil penuntutan yang bagus akan menghasilkan putusan yang bagus dan ini adalah untuk keadilan masyarakat,” kata Jaksa Agung ST Burhanuddin.
Burhanuddin menambahkan, koordinasi yang kuat antara penyidik dan penuntut umum akan meminimalisir bolak-balik berkas perkara atau P19. Hal ini pada akhirnya akan mempercepat proses peradilan dan memberikan rasa keadilan yang lebih cepat bagi pencari keadilan.
Baca juga: Lima Helikopter Water Bombing Gagal Padamkan Karhutla Sumsel
Pertemuan ini menjadi sorotan karena menjadi langkah awal Suyudi Ario Seto setelah menjabat sebagai orang nomor satu di Polri. Suyudi yang lahir pada 14 Juli 1973 ini merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1994. Ia dikenal memiliki rekam jejak panjang di bidang reserse dan penyidikan.
Sebelum menjadi Kapolri, Suyudi menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Ia juga pernah menjabat sebagai Kapolda Banten, Wakabareskrim, dan berbagai posisi strategis di Polda Metro Jaya. Pengalamannya di bidang pemberantasan narkoba dan kejahatan siber menjadi modal utama.
Pelantikan Suyudi sebagai Kapolri pada 1 Oktober 2026 oleh DPR RI Komisi III menandai era baru kepemimpinan Polri di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Suyudi menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang telah memasuki masa purna tugas.
Di hari yang sama dengan kunjungannya ke Kejagung, Kapolri Suyudi juga menginstruksikan operasi terpadu pemberantasan narkoba secara besar-besaran. Operasi tersebut digelar serentak di sejumlah titik rawan mulai dari DKI Jakarta, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, hingga Kalimantan Tengah.
Di Jakarta, operasi di Kampung Ambon dan Kampung Boncos berhasil mengamankan 24 orang. Di Makassar, operasi di kawasan Borta, Kecamatan Tallo, bahkan menjaring 104 orang termasuk tiga bandar besar. Di Riau, 68 orang diamankan di tempat hiburan malam dengan 63 orang positif narkoba.
Langkah tegas ini menunjukkan fokus awal kepemimpinan Suyudi dalam memberantas peredaran narkotika yang dinilai semakin masif.
Pengamat kepolisian menilai pertemuan Kapolri dengan Jaksa Agung menjadi sinyal positif bagi penegakan hukum ke depan. Sinergi yang kuat diharapkan mampu menyelesaikan sejumlah pekerjaan rumah, mulai dari pemberantasan korupsi, narkoba, judi online, hingga kejahatan siber yang memerlukan koordinasi lintas lembaga.
Dengan pertemuan perdana ini, publik menanti tindak lanjut konkret dari MoU yang ada, termasuk pembentukan tim gabungan untuk kasus-kasus yang menjadi perhatian nasional. Sinergi Polri-Kejaksaan di bawah Kapolri baru dan Jaksa Agung diharapkan tidak hanya seremonial, tetapi mampu menghadirkan keadilan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sumber: KompasTV / YouTube BeritaSatu




