Jumat, 23 Oktober 2026 10:17 WITA

Hadapi Kemarau Panjang, Dispertan Kukar Siapkan Pompa untuk Sawah

Jumat, 23 Oktober 2026 10:17 WITA

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kukar, Moh. Rifani.(Foto:Rian)
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kukar, Moh. Rifani.(Foto:Rian)

ZONAKALTIM.ID, KUTAI KARTANEGARA – Kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) turut berdampak terhadap sektor pertanian. Kondisi tersebut membuat Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kukar menyiapkan langkah penanganan agar kebutuhan air untuk lahan pertanian tetap terpenuhi.

Kepala Dispertan Kukar, Moh. Rifani mengatakan, penanganan kekeringan dalam jangka pendek dilakukan melalui kolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar).

“Dengan kondisi kemarau yang panjang, memang ada kendala di dunia pertanian. Untuk jangka pendek, dalam mengatasi kemarau kita bekerja sama dengan teman-teman BPBD dan Damkar,” kata Rifani, Jum’at (23/10/2026).

Menurutnya, BPBD memiliki sejumlah pompa yang dapat dimanfaatkan untuk membantu mengatasi kekeringan di lahan pertanian. Dispertan kemudian berkoordinasi untuk mengarahkan dukungan tersebut ke sejumlah wilayah yang membutuhkan, termasuk melalui penyediaan bahan bakar minyak (BBM).

“BPBD memiliki pompa, sehingga kita bantu dan koordinasikan dengan teman-teman BPBD. Di beberapa tempat kita support pompa dan juga BBM,” ujarnya.

Ia menyebut, Kukar juga telah mendapatkan tambahan 25 unit pompa berukuran 6 inci. Namun, untuk sementara sebagian besar pompa tersebut masih digunakan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sementara beberapa unit lainnya telah dimanfaatkan untuk membantu sawah masyarakat yang mengalami kekeringan.

“Terakhir, kita kedatangan 25 unit pompa skala besar ukuran 6 inci. Namun, sementara ini pompa tersebut digunakan untuk penanganan karhutla. Ada beberapa unit yang digunakan untuk mengatasi kekeringan di sawah-sawah masyarakat,” jelasnya.

Setelah penanganan karhutla selesai, pompa yang masih digunakan untuk kebutuhan tersebut rencananya akan diserahkan kepada Dispertan Kukar. Pompa tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung penanganan kekeringan di sektor pertanian.

“Nanti kalau penanganan karhutla sudah selesai, sisanya akan diserahkan ke Dinas Pertanian,” ungkapnya.

Untuk jangka menengah dan panjang, Dispertan Kukar tidak hanya mengandalkan pompa sebagai solusi sementara. Pemerintah akan melakukan identifikasi terhadap sumber-sumber air yang dapat bertahan saat musim kemarau, sehingga pompa dapat ditempatkan pada lokasi yang memiliki sumber air berkelanjutan.

“Nanti kita akan mengidentifikasi sumber-sumber air. Sehingga nantinya pompa ini kita tempatkan di lokasi yang memiliki sumber air dan sumber airnya tidak kering ketika musim kemarau,” pungkasnya.(Adv/diskominfokukar/Rian)