Kamis, 22 Oktober 2026 20:17 WITA

Mandiri Tebar Dividen Rp 50,63 Triliun di 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 20:17 WITA

Bank Mandiri Tebar Dividen Rp 50,63 Triliun di 2026
Gambar: Bank Mandiri

ZONAKALTIM.ID, JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menggelontorkan dividen jumbo senilai Rp 50,63 triliun sepanjang tahun kalender 2026. Nilai fantastis itu menjadi imbal hasil bagi pemegang saham atas kinerja solid bank pelat merah tersebut.

Angka Rp 50,63 triliun merupakan akumulasi dari dua periode pembagian. Rinciannya, dividen tahun buku 2025 sebesar Rp 44,47 triliun dan dividen interim tahun buku 2026 senilai Rp 6,16 triliun.

Dividen Interim Sebagai Apresiasi Pemegang Saham

Jaga Ekspansi dan Mitigasi Risiko

Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, mengatakan pembagian dividen interim menjadi bentuk apresiasi perseroan kepada investor.

Baca juga:

Menurut Novita, kebijakan ini juga mencerminkan konsistensi Bank Mandiri dalam mencetak laba bersih di tengah kompetisi industri perbankan yang ketat.

“Kami ingin pemegang saham menikmati hasil kinerja Bank Mandiri lebih awal melalui dividen interim. Besarannya tetap memperhatikan kebutuhan modal untuk ekspansi dan mitigasi risiko, sehingga bisnis dapat terus berkembang,” ujar Novita dalam keterangan resmi, Kamis (22/10).

Ia menegaskan, besaran dividen tetap memperhitungkan kecukupan modal untuk menjaga pertumbuhan bisnis berkelanjutan.

Baca juga:

Kinerja Keuangan Solid Jadi Penopang

Pembagian dividen triliunan rupiah itu ditopang oleh kinerja keuangan yang moncer hingga Agustus 2026.

Secara bank only, penyaluran kredit Bank Mandiri menembus Rp 1.592 triliun. Capaian itu tumbuh 17,6 persen secara tahunan (year on year/yoy).

DPK Tumbuh di Atas Rata-rata Industri

Dari sisi pendanaan, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga melesat 17,6 persen yoy menjadi Rp 1.687 triliun. Pertumbuhan DPK Mandiri jauh melampaui rata-rata industri perbankan nasional yang hanya 13,7 persen.

Baca juga: 

Profitabilitas perseroan juga melesat. Hingga Agustus 2026, laba bersih bank only tercatat Rp 37,5 triliun, naik 22,3 persen yoy.

Kualitas aset tetap terjaga kokoh. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross berada di level rendah 1,00 persen dengan NPL coverage ratio mencapai 240,6 persen.

Buyback Saham Untuk Karyawan

Tingkatkan Rasa Kepemilikan Pegawai

Selain dividen, Bank Mandiri juga melakukan pengelolaan modal lewat aksi pembelian kembali saham atau buyback.

Pada program terbaru, bank berkode emiten BMRI itu merealisasikan buyback sebanyak 91,75 juta saham. Saham hasil buyback dialihkan melalui Program Kepemilikan Saham Karyawan pada periode 24 hingga 29 Juni 2026.

Langkah ini bertujuan meningkatkan rasa kepemilikan dan produktivitas pegawai. Kebijakan tersebut selaras dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 dan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).