Senin, 2 November 2026 16:51 WITA

Pengembangan Sawit di Tabang Masih Tahap Persiapan, Status Lahan Diidentifikasi

Senin, 2 November 2026 16:51 WITA

Camat Tabang, Asmi Riyandi Elvandar. (Rian)
Camat Tabang, Asmi Riyandi Elvandar. (Rian)

ZONAKALTIM.ID, KUTAI KARTANEGARA – Rencana pengembangan perkebunan kelapa sawit mulai dijajaki sejumlah investor di Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Saat ini, prosesnya masih berfokus pada sosialisasi kepada masyarakat serta pendataan dan identifikasi lahan di sejumlah desa yang menjadi sasaran investasi.

Camat Tabang, Asmi Riyandi Elvandar, menyampaikan bahwa rencana tersebut belum memasuki tahap pelaksanaan. Sejumlah perusahaan masih melakukan persiapan awal untuk melihat potensi pengembangan perkebunan sekaligus memetakan kondisi lahan yang akan digunakan.

Pemerintah kecamatan berharap rencana investasi itu dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. Salah satu bentuk pelibatan warga yang disiapkan dalam skema kerja sama tersebut adalah pola perkebunan plasma dengan porsi sebesar 20 persen.

Elvandar menilai skema tersebut perlu dikawal agar masyarakat tidak hanya menjadi pihak yang mengetahui masuknya investasi, tetapi juga memperoleh manfaat dari kegiatan perkebunan yang nantinya dikembangkan.

“Dalam rencana perkebunan sawit ini, ada kerja sama dengan masyarakat melalui pola plasma sebesar 20 persen. Kami berharap rencana tersebut bisa mendapat dukungan dan dikawal bersama supaya prosesnya berjalan baik serta memberikan manfaat bagi warga,” ujar Elvandar.

Ia menerangkan, tahapan pengembangan saat ini masih berjalan atau *on progress*. Investor tengah melakukan sejumlah persiapan, termasuk proses pembebasan lahan dan penelusuran status kepemilikan tanah di beberapa wilayah desa.

Identifikasi tersebut menjadi bagian penting sebelum rencana investasi berlanjut ke tahapan berikutnya. Melalui pendataan, pihak investor dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi lahan sekaligus memastikan informasi kepemilikan tanah yang masuk dalam rencana pengembangan.

“Sekarang masih tahap persiapan. Investor sedang melakukan proses pembebasan dan identifikasi kepemilikan lahan. Pendataan sudah berlangsung di beberapa desa, sehingga saat ini mereka masih memastikan kondisi dan status lahannya sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya,” tuturnya.

Pemerintah Kecamatan Tabang berharap komunikasi antara investor dan masyarakat terus berjalan selama proses penjajakan. Sosialisasi dinilai penting agar warga memahami rencana pengembangan perkebunan, termasuk mekanisme kerja sama plasma yang ditawarkan.

Kejelasan status lahan dan keterlibatan masyarakat juga menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam proses tersebut. Dengan persiapan yang matang, investasi perkebunan sawit diharapkan dapat berkembang tanpa mengabaikan kepentingan warga di wilayah sasaran.

Jika terealisasi, pengembangan sektor perkebunan ini berpeluang menambah aktivitas ekonomi di Kecamatan Tabang. Pemerintah kecamatan pun berharap manfaat investasi dapat dirasakan masyarakat melalui pola kemitraan yang telah direncanakan.(Adv/Diskominfokukar/Rian)