ZONAKALTIM.ID, KUTAI KARTANEGARA – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menerima kunjungan Badan Pusat Statistik (BPS) Kukar di Pendopo Odah Etam untuk pembinaan dan arahan terkait penilaian Desa Cantik serta pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Aulia mendorong program Desa Cinta Statistik diperluas ke seluruh desa di Kukar.
Ia mengapresiasi Desa Sumbersari, Purwajaya, dan Loa Kulu Kota yang dinilai berhasil dalam pengelolaan data. Ia menegaskan kebijakan pemerintah daerah harus berlandaskan data.
“Kami memimpin Kutai Kartanegara dengan berpatokan terhadap data. Masing-masing desa tahun 2026 kami berikan anggaran Rp200 juta untuk pengembangan Desa Cinta Statistik,” kata Aulia dihadapan para audiens, Kamis (17/09/2026)
Penggunaan anggaran tersebut akan didampingi BPS, termasuk untuk kebutuhan perangkat, paket data, dan pelatihan agen statistik desa.
“Nanti penggunaannya akan didampingi BPS sesuai kebutuhan desa, termasuk perangkat, paket data, dan pelatihan agen statistik,” jelasnya.
Ia meminta keberhasilan desa yang telah menjalankan program Desa Cantik menjadi contoh bagi desa lainnya, termasuk dalam pengembangan aplikasi statistik.
“Saya menginginkan Desa Cinta Statistik ini diimplementasikan di seluruh desa yang ada di kabupaten,” harapnya.
Ia dengan optimis menyampaikan, Pemkab Kukar juga akan mendorong penilaian desa statistik di seluruh desa dan kelurahan untuk mengukur kualitas pengelolaan data.
“Kita juga akan mendorong penilaian desa statistik di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Kutai Kartanegara,” tambahnya.
Menurutnya, penguatan data menjadi bagian dari persiapan program satu data menuju 2027. Pemkab Kukar juga menyiapkan kapasitas server untuk mendukung pengelolaan data secara mandiri dan aman.
“Saya berharap ini bisa menjadi role model dan kita implementasikan. Apa yang dibutuhkan akan kita komunikasikan dan kita support,” pungkasnya.(Adv/diskominfokukar/Rian)




