ZONAKALTIM.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) kini tengah berupaya mendatangkan hujan di tengah kondisi cuaca kering dan kabut asap di Kalimantan Timur kembali diperpanjang. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang sebelumnya berakhir 19 September kini dilanjutkan hingga 24 September 2026, meski pelaksanaannya masih menunggu ketersediaan awan yang mendukung.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, Nur Sandi, mengatakan perpanjangan OMC tersebut diharapkan dapat kembali memicu hujan di sejumlah wilayah yang membutuhkan.
“Ini cara berawalnya, mungkin hari ini mulai OMC lagi. Kemarin alhamdulillah lewat Pak Budi juga OMC itu diperpanjang, sebenarnya kemarin berakhir tanggal 19. Akhirnya ini kita diperpanjang sampai tanggal 24,” kata Sandi, saat ditemui oleh awak media.
Meski diperpanjang, pelaksanaan OMC masih bergantung pada kondisi awan yang dapat dimanfaatkan untuk penyemaian. Berdasarkan pemantauan BPBD, dalam dua hari terakhir potensi awan yang mendukung pelaksanaan OMC masih belum tersedia.
“Cuma potensi awan sekarang untuk dalam dua hari ini tidak ada. Besok mungkin baru ada OMC yang mudah-mudahan itu menjadi hujan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan OMC sebelumnya telah berlangsung selama empat hari. Namun, distribusi hujan dari kegiatan tersebut tidak seluruhnya terjadi di wilayah Kukar maupun Kaltim, karena pergerakan awan membawa hujan ke wilayah lain.
“kemarin OMC yang terjadi selama empat hari, malah terdapat ada di Berau, wilayah Hulu, kebanyakan larinya ke Pontianak. Dapat hujannya. OMC-nya dari Kaltim,” pungkasnya.
Perpanjangan OMC hingga 24 September ini diharapkan dapat kembali dimanfaatkan ketika kondisi awan mendukung, sehingga penyemaian awan dapat menghasilkan hujan di wilayah yang menjadi sasaran. BPBD Kukar terus memantau perkembangan kondisi cuaca sebagai bagian dari upaya penanganan dampak kekeringan dan kabut asap.(Adv/diskominfokukar/Rian).




