Selasa, 20 Oktober 2026 10:21 WITA

Jalan Martadinata dan Sukarelawan Belum Tersentuh Perbaikan, Warga Harap Perbaikan Mulai 2027

Selasa, 20 Oktober 2026 10:21 WITA

Camat Muara Jawa, Muhammad Ramli dan Ketua IRT Muara Jawa, Isnianto.(Foto: Rian)
Camat Muara Jawa, Muhammad Ramli dan Ketua IRT Muara Jawa, Isnianto.(Foto: Rian)

ZONAKALTIM.ID, KUTAI KARTANEGARA – Kerusakan Jalan Martadinata dan Jalan Sukarelawan di Kelurahan Muara Jawa Ilir, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kembali menjadi perhatian dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Kukar bersama pihak terkait. Masyarakat berharap perbaikan dua ruas jalan sepanjang sekitar 3 kilometer tersebut segera direalisasikan setelah usulan disampaikan selama kurang lebih 26 tahun.

Camat Muara Jawa, Muhammad Ramli, mengatakan kedua jalan tersebut menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat. Selain kondisinya yang tidak layak dilalui, sebagian badan jalan juga terendam ketika air pasang sehingga mengganggu aktivitas warga. Hingga kini, kedua ruas jalan tersebut belum mendapatkan perbaikan sebagaimana yang diharapkan masyarakat.

“Dua usulan utama masyarakat adalah perbaikan Jalan Martadinata dan Jalan Sukarelawan. Kondisinya memang masih bisa dilewati, tetapi ketika air pasang, sebagian jalan terendam,” ujar Ramli, Selasa (20/10/2026).

Ramli menjelaskan, Jalan Martadinata memiliki panjang sekitar 1,7 kilometer, sedangkan Jalan Sukarelawan sekitar 1,3 kilometer. Berdasarkan estimasi yang disampaikan dalam rapat, kebutuhan anggaran perbaikan diperkirakan mencapai Rp10 miliar per kilometer atau sekitar Rp30 miliar untuk kedua ruas tersebut. Nilai itu masih berupa perkiraan dan dapat berubah apabila pekerjaan mencakup pembangunan turap maupun pelebaran jalan.

Ia berharap anggaran perbaikan dapat dialokasikan sejak awal tahun agar pekerjaan fisik bisa dimulai paling lambat pada pertengahan 2027. Namun, realisasinya tetap bergantung pada ketersediaan anggaran dan proses pelaksanaan oleh instansi terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum.

“Harapannya, anggaran bisa dialokasikan pada awal tahun sehingga pengerjaan paling tidak dapat dilaksanakan pada pertengahan tahun. Untuk pelaksanaan teknisnya, tentu menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan masyarakat sekaligus Ketua Ikatan Pengurus Rukun Tetangga (IPRT) Muara Jawa, Isnianto, membenarkan kondisi kerusakan kedua jalan tersebut. Ia mengatakan masyarakat telah berulang kali mengusulkan perbaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) maupun saat anggota DPRD melaksanakan reses. Menurutnya, RDP kali ini menjadi kesempatan kedua bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan itu secara langsung kepada DPRD dan dinas terkait.

“Usulan perbaikan jalan ini sudah kami sampaikan sejak sekitar tahun 2000. Kalau dihitung sampai sekarang, sudah kurang lebih 26 tahun. Kami berharap perbaikan Jalan Martadinata dan Jalan Sukarelawan bisa segera dieksekusi,” ungkap Isnianto.

Ia juga menyampaikan bahwa dalam rapat tersebut, pihak Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas PU menjelaskan adanya rencana alokasi anggaran minimal Rp5 miliar untuk tahun anggaran 2027. Masyarakat berharap alokasi itu dapat ditingkatkan menjadi Rp10 miliar apabila kondisi keuangan daerah memungkinkan, sehingga penanganan kedua jalan dapat dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan.

“Untuk tahun anggaran 2027, tadi dijelaskan ada rencana alokasi minimal Rp5 miliar. Kalau kondisi anggaran sudah kembali pulih, kami berharap bisa ditingkatkan menjadi Rp10 miliar agar penanganan jalan yang panjangnya sekitar 3 kilometer ini bisa berjalan,” katanya.

Selain persoalan jalan, Isnianto menyoroti kondisi pintu air di kawasan tersebut yang dinilai sudah darurat dan membutuhkan pembangunan. Menurutnya, ketiadaan pintu air yang memadai menyebabkan kawasan itu berpotensi mengalami banjir ketika air pasang. Kondisi tersebut turut berdampak pada aktivitas masyarakat, terutama para petani yang beraktivitas di wilayah tersebut.

Ia berharap pemerintah daerah tidak hanya memperhatikan perbaikan jalan, tetapi juga mempertimbangkan penanganan pintu air sebagai bagian dari kebutuhan infrastruktur masyarakat Muara Jawa Ilir. Meski membutuhkan anggaran lebih besar, persoalan tersebut dinilai penting agar dampak genangan dan banjir dapat ditangani dengan lebih baik.

Melalui RDP tersebut, masyarakat berharap adanya kejelasan tindak lanjut terhadap usulan perbaikan Jalan Martadinata dan Jalan Sukarelawan, termasuk kepastian penganggaran pada 2027. Pemerintah daerah bersama DPRD dan perangkat teknis diharapkan dapat menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan kemampuan keuangan daerah agar perbaikan infrastruktur yang telah lama dinantikan dapat segera diwujudkan. (Adv/Diskominfokukar/Rian)