Rabu, 16 September 2026 11:52 WITA

Kabut Asap Mengganggu Kualitas Udara, Bupati Kukar Siapkan Penyesuaian Pelaksanaan Erau

Rabu, 16 September 2026 11:52 WITA

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri.(Foto:Rian)
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri.(Foto:Rian)

ZONAKALTIM.ID, KUTAI KARTANEGARA – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, memastikan pelaksanaan Erau tetap dipersiapkan di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti wilayah Kukar. Namun, pemerintah daerah masih memantau kualitas udara untuk menentukan teknis pelaksanaan kegiatan yang melibatkan aktivitas di luar ruangan.

Ia mengatakan keputusan terkait pelaksanaan kegiatan akan disesuaikan dengan kondisi kualitas udara pada saat kegiatan berlangsung. Aspek keselamatan peserta dan masyarakat menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam menentukan lokasi maupun teknis kegiatan Erau.

“Kami masih mengukur kualitas udara kita. Kalau memang kualitas udara kita ini tergolong berbahaya untuk kita melakukan aktivitas di luar, maka nanti kita akan menyesuaikan dengan kondisi yang ada,” kata Aulia saat ditemui oleh awak media, Rabu (16/09/2026).

Ia berpendapat, pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan pihak Kesultanan Kutai Kartanegara terkait persiapan Erau. Koordinasi dilakukan secara berkelanjutan tanpa harus selalu melalui rapat formal, terutama untuk memantau perkembangan kondisi udara.

“Kami dengan pihak Kesultanan itu sudah seperti satu badan, artinya tidak perlu rapat-rapat formal. Kita memonitor ini setiap saat, koordinasi dengan pihak Kesultanan selalu kita lakukan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihak Kesultanan dinilai dapat memahami kondisi yang sedang dihadapi pemerintah dan masyarakat, khususnya terkait kualitas udara akibat kabut asap. Karena itu, penyesuaian teknis kegiatan nantinya akan dibahas berdasarkan kondisi aktual di lapangan.

“Dan tentunya kami pun yakin pihak Kesultanan pun akan memahami kondisi eksisting kita hari ini terkait dengan kualitas udara yang ada di tempat kita,” tambahnya.

Meski terdapat kondisi kabut asap, Aulia menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen melaksanakan rangkaian Erau. Penyesuaian hanya akan dilakukan terhadap lokasi kegiatan apabila kondisi udara tidak memungkinkan untuk aktivitas di ruang terbuka.

“Tetap kita laksanakan, tetapi seandainya kita tidak bisa melaksanakan di luar ruangan, kita akan tarik ke dalam ruangan,” lanjutnya.

Ia menegaskan, langkah tersebut menjadi bentuk antisipasi pemerintah agar pelaksanaan agenda budaya tetap dapat berjalan tanpa mengabaikan faktor kesehatan dan keselamatan masyarakat. Dengan demikian, kegiatan Erau tetap dapat dilaksanakan dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan saat pelaksanaan.

“Artinya, perspektif keselamatan itu masih menjadi hal yang paling utama yang kita doakan,” pungkasnya.

Pemerintah Kukar selanjutnya akan terus memantau perkembangan kualitas udara sebelum menentukan teknis pelaksanaan kegiatan di lapangan. Penyesuaian lokasi maupun mekanisme kegiatan akan dilakukan apabila kondisi udara dinilai tidak aman untuk aktivitas luar ruangan.(Adv/diskominfokukar/Rian)