Kamis, 5 November 2026 15:45 WITA

Danantara Bangun Peternakan Ayam Modern Terintegrasi

Kamis, 5 November 2026 15:45 WITA

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria
Gambar: Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria

ZONAKALTIM.ID, Jakarta – BP BUMN bersama Danantara tengah membangun industri unggas terintegrasi yang berbasis teknologi modern. Proyek ini diharapkan bisa menjadi standar baru bagi industri peternakan nasional.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menyebut pengembangan ini bertujuan menciptakan ekosistem peternakan ayam yang efisien, produktif, dan memiliki daya saing tinggi.

Peternakan Harus Canggih, Bersih, dan Tertata

Jadi Model Industri Nasional

Dony menegaskan, fasilitas peternakan yang dibangun harus memiliki standar teknologi dan kualitas operasional terbaik. Integrasi bisnis harus didukung teknologi modern, kebersihan, serta manajemen yang rapi dan profesional agar bisa menjadi contoh bagi industri peternakan di Indonesia.

Baca juga:

Resmi 748 Kasus Rokok dan Miras Ilegal Dibongkar Bea Cukai

“Nanti saya mau lihat. Jadi ini integratif, peternakan terbaik yang ada di Indonesia. Kelasnya mesti canggih, bersih, tertata,” kata Dony saat rapat bersama jajaran Direksi PTPN I, PTPN III, RNI, dan PT Berdikari di Wisma Danantara, dikutip dari akun Instagram resmi BP BUMN.

Investasi Dilihat dari Return, Bukan Besarnya Nilai

Dony juga menegaskan, keputusan investasi tidak hanya dilihat dari besar kecilnya dana yang dikeluarkan, melainkan dari potensi imbal hasil atau return on investment (ROI) yang bisa didapatkan. Setiap investasi harus punya prospek bisnis yang jelas dan diarahkan agar perusahaan menjadi pemain unggul di bidangnya.

“Investasi itu bukan berapa besar kecil yang dihitung, tapi return on investment-nya. Selama return on investment-nya bagus, kita mau invest. Jadi tetap dipastikan, masuk dalam satu industri itu harus jadi pemenang,” ujarnya.

Baca juga:

Mandiri Tebar Dividen Rp 50,63 Triliun di 2026

Setiap Proyek di Daerah Harus Jadi Benchmark

Manajemen Jadi Perhatian Utama

Lebih lanjut, Dony menekankan setiap pengembangan bisnis di daerah harus mampu menjadi acuan atau benchmark bagi seluruh industri di Indonesia. Karena itu, kualitas manajemen menjadi perhatian utama.

Pemilihan lokasi dan realisasi investasi juga harus dilakukan secara objektif, profesional, dan bebas dari konflik kepentingan.

“Apapun yang kita lakukan di daerah-daerah itu harus menjadi acuan, benchmark bagi seluruh industri yang ada di Indonesia. Makanya, apa yang kita lakukan sekarang, kita betul-betul sangat concern terhadap kualitas manajemen,” ujar Dony.

Fasilitas Malang Ditarget Rampung Mei 2027

Sebagai bagian dari Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi, salah satu fasilitas di Malang, Jawa Timur, ditargetkan selesai pada Mei 2027. Fasilitas tersebut termasuk salah satu proyek yang disiapkan untuk diresmikan oleh Presiden dan menteri terkait.

Melalui pengembangan ini, BP BUMN dan Danantara berupaya menghadirkan model industri peternakan modern yang kompetitif, memperkuat ekosistem pangan nasional, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.