Senin, 19 Oktober 2026 22:26 WITA

IHSG Anjlok Parah Hari Ini, 691 Saham Kompak Memerah

Senin, 19 Oktober 2026 22:26 WITA

Ilustrasi IHSG Anjlok Parah Hari Ini, 691 Saham Kompak Memerah
Gambar: IHSG Anjlok Parah Hari Ini, 691 Saham Kompak Memerah

ZONAKALTIM, Kaltim – Indeks Harga Saham Gabungan  IHSG anjlok kembali mengalami tekanan hebat pada perdagangan Senin, 19 Oktober 2026. IHSG ditutup anjlok 188,5 poin atau 3,64 persen ke level 4.996,6 pada penutupan sore ini. Angka ini menjadi penutupan terendah dalam enam tahun terakhir.

Pada pembukaan pagi, IHSG anjlok bahkan sempat menyentuh 4.961,88 atau melemah 4,31 persen. Pelemahan ini melanjutkan tren anjlok 11,57 persen pada Jumat pekan lalu yang menjadi penurunan harian terdalam sejak krisis 1998.

Penyebab IHSG Anjlok Hari Ini 19 Oktober 2026

Tekanan utama datang dari wacana Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang akan mengkaji ulang klasifikasi pasar saham Indonesia. MSCI sedang melakukan konsultasi publik untuk menurunkan Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market, level yang biasanya untuk pasar yang sangat tidak likuid.

Baca juga:

Isu MSCI Jadi Pemicu Utama

Proses konsultasi tersebut baru akan diputuskan paling lambat Juni 2027 dan masih bersifat usulan awal. Namun pelaku pasar sudah melakukan aksi jual besar-besaran karena khawatir dana asing keluar secara masif dari bursa domestik dalam beberapa bulan ke depan.

Dampak ke Investor Asing

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, penurunan klasifikasi tersebut berpotensi membuat bobot saham Indonesia di indeks global MSCI hilang sepenuhnya, sehingga memicu outflow triliunan rupiah dan menekan valuasi saham big cap perbankan.

Aturan Baru BEI dan Rupiah Melemah

Selain isu MSCI, Bursa Efek Indonesia juga mengumumkan kebijakan darurat penurunan batas Auto Rejection Bawah (ARB) menjadi 7 persen dari sebelumnya 15 persen. Kebijakan ini berlaku mulai hari ini 19 Oktober hingga akhir tahun untuk mengurangi kepanikan.

Sentimen eksternal juga menekan pasar. Rupiah hari ini ditutup melemah ke Rp 18.046 per Dolar AS, melemah 19 poin dari penutupan sebelumnya di Rp 18.027. Direktur Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menyebut pelemahan rupiah masih dipengaruhi ketidakpastian MSCI dan lonjakan harga minyak dunia yang menembus 110 Dolar AS per barel.

Semua Sektor Saham Rontok, 691 Saham Merah

Dari sisi sektoral, seluruh sektor kompak rontok tanpa kecuali dan tidak ada yang selamat di zona hijau. Sektor barang baku mencatatkan koreksi paling dalam hingga 4,57 persen, disusul sektor infrastruktur susut 4,45 persen, sektor barang konsumen non-primer turun 4,09 persen, dan sektor barang konsumen primer melemah 3,88 persen.

Baca juga: 

Rincian Pelemahan Sektoral

Sektor kesehatan terkoreksi 3,64 persen, sektor perindustrian turun 2,97 persen, sektor energi melemah 2,95 persen, sektor transportasi susut 2,91 persen, sektor properti turun 2,75 persen, sektor teknologi terkikis 2,46 persen, serta sektor keuangan melemah 2,18 persen.

Data perdagangan mencatat sebanyak 103 saham menguat, 691 saham terkoreksi, dan 169 saham stagnan. Total nilai transaksi di bursa mencapai Rp 25,05 triliun dengan frekuensi transaksi yang sangat tinggi, menandakan volatilitas ekstrem.

4 Saham ARA Saat IHSG Ambles

Saham teraktif dari sisi volume hari ini dipimpin PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dengan volume 5,9 miliar saham. Diikuti DSSA 684 juta saham, BTEK 513 juta saham, BBRI 460 juta saham, TLKM 411 juta saham, dan BMRI 380 juta saham.

Daftar Saham ARA Hari Ini

Kendati IHSG anjlok parah, empat saham justru melesat hingga mentok Auto Rejection Atas (ARA) dan menjadi buruan spekulan. Saham PNSE melonjak 25 persen menjadi Rp 480, saham TIFA melejit 25 persen ke level Rp 360, saham TRUK menguat 24,84 persen menjadi Rp 4.020, dan saham BSIM melesat 24,83 persen ke harga Rp 930.

Saham LQ45 yang Menguat
Di indeks LQ45, saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menjadi bintang dengan penguatan 4,93 persen ke harga Rp 3.620 di tengah pasar merah, ditopang harga nikel global yang masih solid.

Untuk meredam kejatuhan lebih dalam, tiga emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu dan Sinar Mas Group mengumumkan aksi buyback. BREN, CUAN, dan DSSA menyiapkan dana total Rp 2,5 triliun untuk buyback mulai hari ini hingga tiga bulan ke depan.

MNC Sekuritas memprediksi IHSG anjlok dan masih rawan koreksi dengan support di 5.092 dan resistance di 5.295. Phintraco Sekuritas menyebut jika level psikologis 5.000 jebol secara permanen, IHSG berpotensi menguji support selanjutnya di 4.700 hingga 4.800 dalam jangka pendek.

Investor diimbau tetap waspada, jangan all-in sebelum kepastian kebijakan BI muncul. Waspada terhadap peningkatan trend yang bisa bikin IHSG anjlok kembali.